
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) memperkuat kemitraan bisnis dan kapabilitas pengelolaan risiko untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri asuransi dan reasuransi. Strategi tersebut dijalankan melalui perluasan kolaborasi dengan pelaku industri nasional dan regional, termasuk dalam forum Indonesia Rendezvous ke-30 di Bali pada 12–15 Oktober 2026.
Tugure berpartisipasi sebagai Diamond Sponsor dalam forum yang mempertemukan pelaku industri asuransi dan reasuransi tersebut. Agenda ini menjadi wadah pertukaran informasi mengenai perkembangan pasar, pengelolaan risiko, serta peluang kerja sama di tengah kompleksitas risiko dan ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Keuangan Tugure, Dradjat Irwansyah, mengatakan kolaborasi antarpelaku industri dibutuhkan untuk menghadapi perubahan risiko dan memperkuat kesinambungan bisnis.
“Industri asuransi dan reasuransi membutuhkan kolaborasi yang kuat untuk menghadapi dinamika risiko yang semakin kompleks. Melalui Indonesia Rendezvous, kami melihat peluang untuk mempererat hubungan dengan para mitra, bertukar perspektif mengenai perkembangan industri, dan membuka ruang kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dradjat.
Dalam industri asuransi, reasuransi berperan membantu perusahaan asuransi mengalihkan sebagian risiko yang ditanggung. Mekanisme tersebut dapat mendukung pengelolaan eksposur risiko dan kapasitas perusahaan dalam menghadapi potensi klaim. Karena itu, kemampuan reasuradur menjaga kapasitas, tata kelola, dan hubungan dengan mitra menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan industri.
Indonesia Rendezvous ke-30 mengusung tema Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience in the Insurance and Reinsurance Landscape. Pertemuan tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan untuk membangun hubungan bisnis dengan mitra dari berbagai wilayah, termasuk Asia Pasifik.
Selain berpartisipasi sebagai sponsor, Tugure menggelar Tugure Night 2026 pada 13 Oktober 2026 di Hard Rock Cafe Bali. Kegiatan tersebut mempertemukan mitra dan pelaku industri asuransi serta reasuransi dalam suasana informal untuk mempererat hubungan profesional.
Penguatan kemitraan berlangsung menjelang usia ke-40 Tugure pada 2027. Perusahaan yang berdiri sejak 1987 itu menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kapabilitas, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Laba Tugure Rp110 Miliar dan Hasil Investasi Melonjak 57%, Pengelolaan Keuangan Tugure Diapresiasi
Baca Juga: Tugure Naikkan Kapasitas Treaty 50% di Tengah Tekanan Harga Reasuransi
Tugure mengusung tema korporasi Steady Breakthrough pada 2026, yang menekankan keseimbangan antara menjaga fundamental bisnis dan mendorong inovasi serta transformasi.
Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan target keuangan, nilai kerja sama baru, maupun kontribusi pendapatan yang diharapkan dari perluasan kemitraan tersebut. Dengan demikian, dampak ekonominya terhadap kinerja Tugure masih perlu dicermati melalui realisasi bisnis dan laporan keuangan perusahaan.
Ke depan, Tugure menyatakan akan melanjutkan penguatan tata kelola, kapabilitas, dan kemitraan strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta daya tahan industri asuransi dan reasuransi Indonesia.
