Friday, October 23News That Matters

Project NUSA Diluncurkan, Indonesia dan Singapura Incar Peluang Ekonomi Baru dari AI


Wacana Berita, Jakarta –

Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) bersama AI Singapore (AISG) meluncurkan Project NUSA (Network for Unified, Secure AI) untuk mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia usaha. Inisiatif bilateral ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan AI yang aman dan sesuai konteks lokal.

Project NUSA dikembangkan melalui kolaborasi pelaku industri, perusahaan teknologi, dan institusi pendidikan di Indonesia dan Singapura. Inisiatif tersebut berupaya menjembatani strategi nasional AI kedua negara dengan penerapan teknologi di sektor bisnis dan berbagai institusi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemanfaatan AI harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi. Namun, penerapan teknologi tersebut membutuhkan kepercayaan yang didukung tata kelola dan pengetahuan yang dapat diandalkan.

“AI harus mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pemanfaatan AI secara luas membutuhkan kepercayaan. Melalui Project NUSA, KORIKA dan ekosistem AI Indonesia bersama AI Singapore berupaya membangun fondasi AI yang terpercaya melalui tata kelola yang kuat serta pengetahuan yang relevan dan dapat diandalkan,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, Project NUSA diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis AI yang dapat meningkatkan kualitas layanan, memperluas kesempatan kerja, dan menciptakan sumber pendapatan baru. Inisiatif ini juga diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Project NUSA dibangun di atas dua fondasi utama, yakni Open-Source AI Governance dan Open Data and AI-Ready Knowledge.

Fondasi pertama berfokus pada tata kelola AI yang aman dan bertanggung jawab, termasuk pengaturan akses, pengawasan aktivitas AI agents, serta akuntabilitas penggunaannya. Sementara itu, fondasi kedua bertujuan mengolah data yang secara hukum dapat dibagikan menjadi pengetahuan tepercaya agar sistem AI lebih memahami bahasa, regulasi, dan konteks lokal.

Kedua fondasi tersebut dirancang agar organisasi dapat mengembangkan dan mengadopsi solusi AI tanpa harus membangun seluruh komponen teknologi dari awal. Pendekatan ini diharapkan mempercepat inovasi sekaligus mengurangi hambatan penerapan AI di berbagai sektor.

Ketua Umum KORIKA, Hammam Riza, mengatakan Project NUSA bertujuan menghubungkan kemampuan riset dan inovasi teknologi dengan kebutuhan industri.

“Strategi nasional AI perlu didukung kolaborasi dan pondasi teknologi yang memungkinkan pemanfaatannya secara nyata. Melalui Project NUSA, kami ingin mempertemukan kemampuan riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri untuk mengembangkan AI yang aman, terpercaya, serta memahami konteks lokal. Dengan pondasi yang dapat digunakan bersama, kami berharap inovasi dapat berkembang lebih cepat dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Pada tahap awal, Project NUSA melibatkan 20 organisasi dari sektor teknologi, keuangan, industri, konsultasi, dan pendidikan. Pihak yang tercantum dalam ekosistem tersebut antara lain 6Estates, AI Safety Institute Indonesia (AISII), Astra Graphia Information Technology (AGIT), AWS, BCA, BINUS, CATAPA, Datasaur, EY Indonesia, GDP Venture, ITB, ParagonCorp, Sime Malaysia, Sinarmas Financial, Solutionlabs, SQE, UGM, UI, Xecura, dan Xignature.

Deputy Director of AI Products AI Singapore, William Tjhi, menilai kolaborasi kedua negara dapat memperkuat ekosistem AI dan membuka peluang pengembangan teknologi di pasar regional maupun global.

Baca Juga: Danantara Prioritaskan Investasi untuk Mineral Kritis, Hilirisasi, dan AI pada 2027

Baca Juga: Belajar AI Lewat Pelatihan Sandiaga Uno, UMKM Jamu Instan Sukses Tingkatkan Omzet

Menurut William, penerapan AI membutuhkan tata kelola yang tepercaya, pengetahuan yang relevan, serta kolaborasi lintas organisasi. Fondasi bersama yang dikembangkan melalui Project NUSA diharapkan mendukung strategi nasional AI masing-masing negara sekaligus memperkuat kapasitas talenta lokal.

Pada tahap awal, Project NUSA akan berfokus pada pengembangan solusi praktis di Indonesia dan Singapura serta pengukuran manfaat ekonominya. Solusi yang menunjukkan hasil positif berpotensi diperluas ke kawasan Asia Tenggara dan pasar global.

Pemanfaatan AI dalam bisnis berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, mendukung pengambilan keputusan, serta membantu pengembangan produk dan layanan baru. Namun, dampak ekonomi Project NUSA masih perlu dilihat dari realisasi penerapan, hasil pengukuran manfaat, dan kemampuan solusi yang dikembangkan untuk digunakan secara lebih luas.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *