Wednesday, October 21News That Matters

Loyalis Jokowi Ungkap ‘Penumpang Gelap’ di Isu Ijazah Gibran, Ternyata Lawan Politik di Pilpres 2024


Wacana Berita, Jakarta –

Ada titik terang dalam teka-teki mengenai siapa sebenarnya sosok “penumpang gelap” di balik rentetan serangan hukum dan politik terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut diungkapkan oleh barisan loyalis Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Nusantara, Andi Azwan menegaskan bahwa desakan di parlemen maupun di pengadilan terkait ijazah politikus muda itu sama sekali tidak memiliki korelasi dengan semangat penegakan hukum atau konstitusi. Sebaliknya, hal itu merupakan manifestasi dari dendam politik pihak-pihak yang tidak mampu menerima realitas kekalahan secara ksatria.

Baca Juga: Kubu Dokter Tifa Cium Skenario Jokowi Belokkan Perkara Ijazah: Kami Menolak Berakhir Seperti Gus Nur

Bagi Andi, Jokowi sekadar memberikan warning (peringatan) kepada publik bahwa ada musuh dalam selimut yang sedang mengorkestrasi operasi politik pembusukan terhadap pemerintahan sah saat ini.

“Ya, karena mereka ini adalah orang-orang yang tergabung dalam kontestasi pilpres sebelumnya itu, baik sebagai jubir ataupun sebagai tim sukses di sana, mereka tidak move on untuk itu. Jadi dicari celah agar pemerintah ini bisa tercerai-berai dengan politik belah bambu mereka dan politik karambol mereka itu,” ungkap Andi Azwan dikutip Rabu (21/10/2026).

Metafora “politik belah bambu” (mengangkat satu pihak sambil menginjak pihak lain) dan “politik karambol” (menyerang target dengan memantulkan isu ke objek lain) yang digunakannya merujuk pada strategi licik para penumpang gelap. Mereka secara sadar terus memproduksi keraguan terhadap status pendidikan wapres dengan harapan hal tersebut akan memicu krisis kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto.

Andi menjabarkan bahwa pergerakan ini sangat terstruktur dengan memposisikan Jokowi sebagai sasaran tembak pembuka.

“Yang saya katakan, sasaran antara itu adalah Pak Jokowi dengan ijazahnya yang digoreng-goreng sudah hampir 2 tahun. Kemudian sasaran utamanya itu adalah Mas Gibran sebagai wakil presiden yang mereka katakan adalah the lame duck atau sasaran yang paling mudah karena tidak mempunyai partai politik di parlemen seperti itu. Kemudian sasaran yang paling utama itu adalah Presiden Prabowo Subianto,” terang Andi.

Meski mengetahui rekam jejak dan afiliasi politik para aktor yang terus menggulirkan isu ini, ia memilih untuk tidak menyebutkan nama-nama tokoh tersebut secara spesifik guna menghindari kegaduhan yang tidak perlu. Namun, ia memastikan bahwa rekam jejak digital dan afiliasi mereka sangat mudah dibaca oleh masyarakat yang cerdas.

“Siapa-siapakah yang di belakang itu semua? Ya, jelas memang secara eksplisitnya tidak bisa kita jelaskan siapa itu. Tapi apa yang dikatakan Pak Jokowi adalah penumpang gelap, jelas itu,” tegas Andi Azwan.

Baca Juga: Terlalu Beratkan Danantara, Prabowo Setujui Rencana Ubah Definisi Korupsi di Indonesia

Joman kini menginstruksikan seluruh elemen relawan untuk merapatkan barisan guna membentengi pemerintahan dari rongrongan kelompok politik yang belum tuntas mengobati luka kekalahan elektoral mereka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *