Wednesday, October 14News That Matters

Septears Rilis Melodrama, Album Perdana tentang Cinta Pahit


Solois asal Malang, Septears, menjadikan album debutnya, Melodrama, sebagai ruang untuk membicarakan cinta yang tidak selalu mampu menyelamatkan sebuah hubungan. Album yang dirilis pada 28 September 2026 itu memuat delapan lagu tentang perjalanan perasaan, mulai dari tumbuhnya cinta hingga hubungan yang akhirnya berakhir.

Septears menempatkan lagu “Sia-sia” sebagai trek utama sekaligus gambaran paling kuat mengenai tema album. Lagu tersebut bercerita tentang hubungan yang telah diperjuangkan melalui berbagai cara, tetapi tetap tidak berakhir seperti yang diharapkan.

Kisah tentang harapan yang tertinggal

Menurut Septears, perpisahan tidak hanya meninggalkan rasa kehilangan karena seseorang pergi. Harapan dan masa depan yang pernah disusun bersama juga menjadi bagian yang sulit dilepaskan. Ketika perasaan mulai memudar, muncul pertanyaan apakah mimpi-mimpi itu harus ikut dikubur atau masih mungkin diperjuangkan kembali bersama orang lain.

“Melalui album ini, saya mengajak pendengar melihat sisi lain dari sebuah hubungan bahwa cinta, sebesar apa pun, tidak selalu cukup untuk mempertahankan dua orang agar tetap bersama,” ujar Septears, Selasa (13/10/2026).

Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam Melodrama. Album ini tidak berusaha menawarkan kisah cinta dengan akhir yang selalu bahagia, melainkan memberi ruang bagi kekecewaan, kehilangan, dan kebingungan ketika seseorang harus menerima bahwa masa depan yang pernah direncanakan bersama mungkin tidak akan terwujud.

“Sering kali yang paling menyakitkan dari perpisahan bukanlah kepergiannya, melainkan harapan dan mimpi yang pernah dibuat bersama. Album ini hadir untuk memeluk kebingungan itu. Semoga lagu-lagu di dalam Melodrama bisa menjadi teman yang setia bagi pendengar yang pernah atau sedang merasakannya,” kata dia.

Digarap selama satu tahun

Proses pengerjaan album perdana tersebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun hingga rampung. Septears menangani penulisan lirik, sedangkan aransemen dan produksi musik dipercayakan kepada Decky Anugrah.

Kolaborasi itu menghasilkan warna pop ballad dengan sentuhan jazz yang emosional. Pendekatan tersebut sejalan dengan keinginan Septears untuk membuat karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga dapat terhubung dengan pengalaman personal pendengarnya.

“Album ini memberi ruang bagi kekecewaan, kehilangan, dan kebingungan saat seseorang harus menerima kenyataan bahwa masa depan yang pernah direncanakan bersama mungkin tak akan pernah terwujud,” ucap Septears.

Delapan lagu dalam Melodrama kini dapat didengarkan secara lengkap melalui berbagai platform musik digital.

Source link



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *