
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo, mengatakan pihaknya akan segera membahas mekanisme pelaksanaan program insentif telepon seluler (HP) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Nanti kita bahas lagi. Dengan Kemenkeu, nanti kita akan bahas itu, banyak banget PR soalnya.” kata Drajad saat ditemui di sela acara INSEF di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (14/10/2026).
Drajad menjelaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan program pembukaan rekening bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Jumlah penduduk yang menjadi sasaran pembukaan rekening tersebut diperkirakan mencapai 25,1 juta orang.
“Prioritas sekarang desil-1 sama desil-4. Sekitar 25,1 juta penduduk kita yang kita akan targetkan untuk dibukaan rekening,” ujarnya.
Menurut Drajad, pemerintah berharap program pembukaan rekening dapat mulai berjalan pada 2026. Namun, ia belum merinci waktu pelaksanaan maupun mekanisme pemberian HP kepada masyarakat.
“2026 kita harapkan bisa jalan. Karena memang kita siapkan untuk 2026,” katanya.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan rencana pemerintah membagikan HP yang dilengkapi rekening digital untuk mendukung penyaluran bansos secara langsung kepada masyarakat, pada Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Adik Kandung Presiden Prabowo Bilang Pemerintah Mau Bagi-Bagi HP Gratis dan Rekening Digital
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Ungkap Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis demi Salurkan Bansos Digital
Melalui skema tersebut, pemerintah berencana menyalurkan bantuan melalui rekening digital penerima, dengan Kementerian Keuangan menjadi pihak yang menyalurkan dana. Pemerintah juga telah menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendukung pembukaan rekening bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.
Meski demikian, mekanisme pembagian HP, anggaran yang dibutuhkan, serta kriteria penerima perangkat masih belum menemukan kepastianya.
