
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (9/10/2026). IHSG berakhir di level 6.093,75, naik 62,47 poin atau 1,04% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Setelah pembukaan perdagangan awal, IHSG sempat anjlok ke zona merah, tapi tidak lama balik lagi menguat hingga penutupan perdagangan di hari ini. IHSG sempat berada di posisi terendah 5.995,82 dan posisi tertinggi 6.100,57.
Ada sebanyak 381 saham menguat, 238 saham melemah, dan 172 saham lainnya bergerak stagnan.
Di sepanjang hari ini, aktivitas perdagangan tetap ramai. Total volume transaksi mencapai 38,38 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp9,94 triliun.
Sepanjang perdagangan, frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 1,42 juta kali.
IHSG Berpotensi Uji Level 6.000
IHSG diperkirakan kembali menguji level kritis 6.000 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Tekanan pasar global, terutama kenaikan harga minyak mentah, menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi atau mixed pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Saham-saham teknologi tertekan setelah muncul kabar bahwa pendapatan tahunan OpenAI lebih rendah dibandingkan indikasi sebelumnya.
Sentimen negatif juga datang dari pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent melonjak 4% dan ditutup di level US$104 per barel.
“Kenaikan harga minyak ini berpotensi menambah tekanan di pasar keuangan,” tulis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi katalis positif. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 4 basis poin ke level 5,229%.
Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,3% ke level US$4.123 per troy ounce.
Baca Juga: BEI Perketat Syarat IPO! Calon Emiten Wajib Siapkan Proyeksi Keuangan 5 Tahun
Baca Juga: IHSG Bangkit Tipis ke Level 6.045,38, Berbalik Arah Usai Terkoreksi 1,88%
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun ke level 118,1 pada September 2026.
“Penurunan ini menjadi salah satu indikator yang patut dicermati di tengah kondisi pasar yang masih menghadapi tekanan eksternal,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Meski demikian, penjualan kendaraan bermotor menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan mobil di Indonesia meningkat 28,1% secara tahunan atau year on year (yoy) pada September 2026. Penjualan sepeda motor juga tumbuh 15,37% YoY pada periode yang sama.
Di tengah beragamnya sentimen tersebut, IHSG diperkirakan kembali menguji level 6.000.
“Investor perlu mencermati pergerakan indeks dan perkembangan pasar global untuk mengantisipasi volatilitas perdagangan,” jelas Phintraco Sekuritas.
