Tuesday, October 6News That Matters

Waskita Karya Masih Tertekan Utang dan Likuiditas, Outlook Negatif Membayangi


Wacana Berita, Jakarta –

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) masih dibayangi tekanan keuangan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat Waskita Karya di level idB dengan outlook negatif, mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi bisnis dan kemampuan perseroan memenuhi kewajiban utangnya.

Penegasan peringkat tersebut disampaikan Pefindo pada Selasa (6/10/2026). Level yang sama juga diberikan untuk sejumlah instrumen utang Waskita Karya, yakni Obligasi Berkelanjutan (PUB) III Tahap II, Tahap III, Tahap IV, serta PUB IV Tahap I.

Pefindo menilai prospek negatif masih layak dipertahankan karena kinerja bisnis Waskita Karya diperkirakan belum menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Di saat yang sama, kemampuan likuiditas perseroan untuk membayar pokok dan kupon utang yang jatuh tempo masih berpotensi menghadapi tekanan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena ruang keuangan Waskita Karya masih terbatas. Pefindo bahkan membuka kemungkinan penurunan peringkat apabila perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran pokok maupun kupon secara tepat waktu.

Meski demikian, tidak seluruh instrumen utang Waskita Karya mendapat peringkat rendah. Surat utang yang memperoleh perlindungan pemerintah justru mendapat peringkat tertinggi, yakni idAAA(gg) untuk Obligasi III dan IV serta idAAA(sy)(gg) untuk Sukuk Mudharabah I.

Peringkat tersebut ditopang oleh jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Pemerintah Republik Indonesia. Artinya, kekuatan peringkat instrumen tersebut terutama berasal dari adanya dukungan langsung pemerintah.

Dalam analisisnya, Pefindo menyebut posisi Waskita Karya masih didukung oleh rekam jejak perusahaan yang telah lama beroperasi di industri konstruksi nasional. Namun, keunggulan tersebut belum mampu mengimbangi profil keuangan perseroan yang sangat lemah serta kondisi bisnis yang masih penuh tantangan.

Pefindo juga memberikan ruang perbaikan apabila Waskita Karya mampu menjaga pembayaran kewajiban keuangannya secara konsisten. Jika hal tersebut dapat dipertahankan, outlook negatif berpeluang berubah menjadi stabil tanpa harus diikuti perubahan peringkat.

Baca Juga: Waskita Karya Tercekik Obligasi Rp722 Miliar, Pemerintah dan PII Turun Tangan

Baca Juga: Likuiditas Kuat, BTN Pertahankan Peringkat idAAA dengan Outlook Stable dari Pefindo

Baca Juga: WIKA Tersandung Gagal Bayar Sukuk, RUPSU Digelar 20 Oktober

Sebagai salah satu BUMN konstruksi, bisnis pekerjaan konstruksi masih menjadi sumber utama pendapatan Waskita Karya. Segmen tersebut menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan perseroan dalam tiga tahun terakhir.

Selain konstruksi, perseroan juga memiliki bisnis beton pracetak, jalan tol, properti, perhotelan, serta infrastruktur lainnya.

Dari sisi kepemilikan, per 30 Juni 2026 pemerintah menguasai 75,35% saham WSKT. Porsi tersebut terdiri atas kepemilikan langsung sebesar 0,75% dan 74,6% melalui PT Danantara Asset Management. Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat.

Penegasan peringkat Pefindo ini menjadi sinyal bahwa tekanan keuangan Waskita Karya belum sepenuhnya mereda. Di tengah proses restrukturisasi, kemampuan perseroan menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban utang akan menjadi faktor penting yang menentukan arah peringkat maupun kepercayaan investor ke depan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *