
Dinamika pasar kerja yang semakin cepat membuat perusahaan tidak cukup hanya mencari kandidat untuk mengisi posisi yang kosong. Kebutuhan terhadap tenaga kerja kini bergerak lebih fleksibel, sementara perusahaan dituntut menemukan talenta dengan kompetensi yang tepat, menempatkannya sesuai kebutuhan, sekaligus mengelola produktivitas dan pengembangannya secara lebih efektif.
Kondisi tersebut mendorong Oveersea mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi Taleent, platform yang bergerak dalam ekosistem talent dan human capital. Akuisisi ini menjadi bagian dari upaya Oveersea memperkuat kapabilitas di bidang ketenagakerjaan, recruitment, workforce management, serta pengembangan talenta di Indonesia.
Melalui penggabungan kedua ekosistem tersebut, Oveersea ingin membangun rantai layanan ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, mulai dari pencarian dan rekrutmen kandidat, assessment, penempatan tenaga kerja, outsourcing, pengelolaan workforce, hingga pengembangan kompetensi dan karier.
Business Operations Director Oveersea, Raden Roro Intan, mengatakan akuisisi Taleent diperlukan untuk membangun proses ketenagakerjaan yang lebih terhubung antara kebutuhan bisnis, kesiapan tenaga kerja, dan operasional perusahaan.
“Tantangan ketenagakerjaan hari ini bukan hanya bagaimana perusahaan mendapatkan kandidat, tetapi bagaimana memastikan orang yang tepat dapat ditemukan, ditempatkan, dan dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis. Melalui Taleent, kami ingin memperpendek proses tersebut dan membangun ekosistem yang menghubungkan recruitment, assessment, deployment, workforce management, hingga talent development secara lebih terstruktur,” ujar Intan.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja yang semakin dinamis juga membuat perusahaan membutuhkan pendekatan pengelolaan workforce yang lebih agile. Perusahaan tidak lagi hanya menghadapi kebutuhan permanent hiring, tetapi juga project-based workforce, outsourcing, hingga tenaga kerja fleksibel yang disesuaikan dengan karakter dan siklus bisnis.
“Kami melihat kebutuhan perusahaan berubah semakin cepat. Karena itu, model pengelolaan tenaga kerja juga harus lebih agile. Akuisisi Taleent memberi kami fondasi untuk membangun sistem yang tidak hanya membantu perusahaan merekrut lebih cepat, tetapi juga memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kompetensi, produktivitas, dan kebutuhan workforce mereka,” katanya.
Integrasikan Rantai Ketenagakerjaan
Menurut Intan, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbanyak jumlah lowongan pekerjaan. Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja secara lebih cepat, relevan, dan terukur.
Dalam konteks tersebut, Taleent akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem People & Human Capital Oveersea. Integrasi ini diharapkan dapat memperluas fungsi Taleent dari sekadar platform recruitment menjadi ekosistem workforce yang mencakup berbagai tahapan perjalanan tenaga kerja.
Pengembangan tersebut akan mencakup recruitment technology, talent database, competency matching, assessment, manpower management, workforce analytics, serta integrasi learning and development.
Dengan dukungan teknologi dan kapabilitas operasional Oveersea, Taleent diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi kompleksitas dalam memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Di sisi lain, ekosistem tersebut juga ditujukan untuk membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi talenta di berbagai daerah di Indonesia.
Penguatan ini menjadi semakin relevan ketika kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja tidak selalu bersifat permanen. Model kerja berbasis proyek dan kebutuhan tenaga kerja fleksibel membuat perusahaan membutuhkan sistem yang dapat menyesuaikan proses pencarian, seleksi, penempatan, hingga pengelolaan tenaga kerja berdasarkan kebutuhan yang terus berubah.
Melalui Taleent, Oveersea akan memperkuat kemampuan dalam menangani berbagai model kebutuhan tenaga kerja, mulai dari permanent hiring, project-based workforce, outsourcing, hingga flexible manpower.
Pendekatan tersebut memungkinkan proses ketenagakerjaan tidak berhenti pada tahap perekrutan. Data dan informasi mengenai kompetensi tenaga kerja dapat menjadi bagian dari proses penempatan dan pengembangan, sehingga kebutuhan perusahaan dan perjalanan talenta dapat dikelola dalam satu ekosistem yang lebih terstruktur.
Dari Recruitment ke Workforce Ecosystem
Ke depan, Oveersea menargetkan Taleent tidak hanya berperan sebagai platform recruitment, tetapi berkembang menjadi workforce ecosystem yang mendukung perjalanan talenta secara lebih menyeluruh.
Ekosistem tersebut akan menghubungkan talenta sejak mencari kesempatan kerja, mengikuti proses assessment, mendapatkan penempatan yang sesuai, meningkatkan kompetensi, hingga mengembangkan karier. Bagi perusahaan, integrasi ini diharapkan memberikan akses terhadap basis talenta sekaligus mendukung pengelolaan tenaga kerja secara lebih efektif.
Dengan demikian, hubungan antara perusahaan dan talenta tidak berhenti setelah proses rekrutmen selesai. Keduanya dapat terhubung melalui rangkaian layanan yang mencakup deployment, workforce management, hingga talent development.
Bagi Oveersea, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem bisnis terintegrasi yang mencakup Business Development & Sales Growth, Financial Services & Advisory, Human Capital, Supply Chain, serta Technology & Digital Transformation.
