
Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menilai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak akan bisa menyamai Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), khususnya dalam hal popularitas.
Menurutnya, Pramono memiliki karakter yang berbeda dengan KDM. Chusnul bahkan membandingkan KDM dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam hal kemampuan membangun pencitraan
“Nggak mungkinlah Pramono Anung bisa nyamain KDM, dia bukan pemain drama, beda kelas.KDM itu yang bisa nyamain Gibran, Jokowi, jago bikin drama pencitraan,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (29/9).
Chusnul juga mengunggah video split-screen yang membandingkan gaya kepemimpinan Pramono dan KDM. Dalam video tersebut, Pramono terlihat meninjau fasilitas pengolahan sampah, armada truk, serta ruang kontrol. Sementara itu, KDM diperlihatkan turun langsung mengeruk sampah di sungai.
Sebagai informasi, popularitas dan elektabilitas KDM saat ini disebut terus meningkat, bahkan mulai diperhitungkan dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Baca Juga: ‘Mau ke Anies Gengsi, ke Ganjar Dipecat,’ Alasan Menohok Mengapa Jokowi ‘Terpaksa’ Pilih Prabowo
Berdasarkan data Tempo Data Science pada Agustus 2026, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dalam simulasi bursa Pilpres 2029 dengan elektabilitas 42 persen. Angka tersebut berada di atas Presiden Prabowo Subianto yang memperoleh 15 persen.
Sementara itu, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026 menunjukkan Dedi Mulyadi berada di posisi pertama dalam simulasi semi-terbuka dengan elektabilitas 35 persen. Adapun Prabowo memperoleh 14,5 persen, sedangkan Anies Baswedan berada di angka 8,2 persen.
