
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto, menyoroti pernyataan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menyebut bahwa dibutuhkan anggaran sebesar Rp93,7 triliun untuk menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.
Ardianto sependapat dengan pandangan yang menyebut kebutuhan anggaran tersebut setara dengan sekitar 78 hari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp1,2 triliun per hari.
“Iya ini sebenernya udah banyak yang bahas. Buat menggratiskan SPP kampus negeri se Indonesia aja cuman setara beberapa hari MBG” tulisnya di akun X pribadinya dikutip Selasa (22/9).
Ardianto pun menyinggung potensi kemampuan fiskal negara untuk membiayai pendidikan tinggi secara gratis.
“Ternyata Indonesia itu kaya. Cuman uangnya dipake buat yang lain,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp93,7 triliun untuk menggratiskan biaya pendidikan di seluruh PTN.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Senin (21/9/2026).
“Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, kami sudah menghitung itu nilainya Rp 93.742.969.840.000,” kata Brian.
Jumlah tersebut dihitung secara spesifik untuk membiayai total 2.833.169 mahasiswa yang saat ini aktif terdaftar di seluruh PTN di Indonesia.
Baca Juga: Pigai: Saya Disuruh Turun sebagai Menteri Tak Masalah, tapi Pakar Harus Akui Capaian Pemerintah
Program kuliah gratis tersebut direncanakan mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi negeri, baik jalur akademik maupun vokasi, mulai dari Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), hingga Strata 1 (S1).
Penghitungan kebutuhan anggaran ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen mendorong pendidikan gratis, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri, agar semakin mudah diakses masyarakat luas.
