Tuesday, September 22News That Matters

Mobil Listrik Mulai Geser Peta Persaingan Pasar Mobil RI


Wacana Berita, Jakarta –

Mobil listrik mulai menunjukkan perubahan posisi di pasar otomotif Indonesia. Kendaraan berbasis baterai yang sebelumnya identik dengan segmen elektrifikasi kini mulai masuk ke persaingan penjualan model-model yang selama ini mengisi pasar utama.

Gambaran tersebut terlihat dari capaian BYD Atto 1 pada Agustus 2026. Model listrik tersebut mencatat wholesales 5.560 unit, naik 31% dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut data yang disampaikan BYD Motor Indonesia, angka tersebut sekaligus menempatkan Atto 1 sebagai model kendaraan dengan penjualan tertinggi secara nasional pada Agustus 2026.

Capaian itu terjadi ketika pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) juga terus berkembang. Sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan NEV Indonesia disebut telah mencapai lebih dari 110 ribu unit.

Pada Agustus, penjualan NEV tumbuh 22% dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar elektrifikasi tidak lagi hanya bertumpu pada segelintir konsumen yang memang sejak awal mencari kendaraan listrik.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa kendaraan energi baru mulai masuk ke penggunaan yang lebih luas.

“Agustus 2026 menjadi momentum yang menggembirakan bagi perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia. Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Luther.

Di sisi lain, pertumbuhan pasar elektrifikasi juga tidak hanya terjadi pada mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional telah melampaui 84 ribu unit, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga menunjukkan perkembangan. Penjualannya pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 7.000 unit, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2.000 unit.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa konsumen mulai memiliki pilihan teknologi elektrifikasi yang lebih beragam. Selain mobil listrik murni, kendaraan plug-in hybrid menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan penggunaan tenaga listrik dan mesin pembakaran.

BYD M6 DM menjadi salah satu model yang masuk ke segmen tersebut. Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, penjualan kumulatifnya telah melampaui 4.400 unit hingga Agustus.

M6 DM juga mencatat penjualan tertinggi di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut, dengan pangsa pasar 69% pada periode tersebut. Pada Agustus, penjualannya tumbuh 34% dibandingkan bulan sebelumnya.

Luther mengatakan perubahan pasar juga terlihat dari semakin beragamnya pertimbangan konsumen ketika memilih kendaraan elektrifikasi.

“Bagi konsumen khususnya keluarga, pertimbangannya pun semakin berkembang, tidak hanya pada pilihan teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi penggunaan, kenyamanan, fitur keselamatan, serta biaya operasional,” katanya.

Perkembangan pasar tersebut berjalan bersamaan dengan meningkatnya kemampuan produksi kendaraan energi baru di dalam negeri. BYD Atto 1, M6 EV, dan M6 DM saat ini diproduksi secara lokal di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: BYD Tarik 180 Ribu Mobil di China, Ini Masalahnya

Baca Juga: Mobil Listrik Terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026, Bukan dari BYD

Baca Juga: Ekspansi Global, BYD Pesan 10 Kapal Baru untuk Angkut 92.000 Mobil

Dengan semakin banyaknya model dan teknologi yang tersedia, persaingan kendaraan listrik pun mulai bergeser. Produsen tidak lagi hanya berhadapan dengan sesama merek EV, tetapi juga harus berebut konsumen di pasar otomotif secara keseluruhan.

Capaian Atto 1 di Agustus menjadi salah satu gambaran perubahan tersebut. Sebuah model listrik kini dapat masuk ke papan atas penjualan nasional, sementara pasar BEV dan PHEV secara bersamaan terus memperbesar volumenya.

Namun, capaian satu model dalam satu bulan belum berarti kendaraan listrik telah mengambil alih pasar otomotif nasional. Perubahannya lebih terlihat dari semakin kecilnya jarak antara pasar kendaraan listrik dan pasar otomotif utama.

Persaingan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan produsen mempertahankan volume penjualan, memperluas pilihan model, serta menjawab kebutuhan konsumen di luar sekadar menawarkan teknologi elektrifikasi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *