
Memiliki hunian di kawasan yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan industri tidak selalu harus membutuhkan biaya besar. Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta hadir menawarkan rumah komersial dengan harga mulai Rp98 juta, sekaligus menghadirkan ekosistem kawasan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan penghuninya.
Dikembangkan melalui kerja sama PT Hunian Warisan Bangsa dengan LippoLand, HWB Purwakarta menawarkan pilihan hunian satu, dua, hingga tiga kamar tidur. Rumah dirancang dengan tata ruang fungsional, pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta area parkir untuk menunjang kebutuhan keluarga.
Berdasarkan keterangan resmi LippoLand, skema pembiayaan HWB Purwakarta juga dirancang untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Cicilan ditawarkan mulai sekitar Rp600 ribu per bulan, dengan angsuran flat selama 40 bulan.
Sejak diperkenalkan pada akhir 2025, respons masyarakat terhadap HWB Purwakarta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap hunian dengan harga terjangkau di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi. Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit terjual. Secara keseluruhan, penjualan HWB Purwakarta telah mencapai lebih dari 2.000 unit.
Purwakarta sendiri merupakan salah satu koridor industri dan logistik penting di Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat kedekatan antara hunian dan pusat pekerjaan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan HWB Purwakarta.
Karena itu, konsep yang ditawarkan tidak berhenti pada penyediaan rumah. HWB Purwakarta dikembangkan sebagai township yang dalam jangka panjang dapat menampung lebih dari 30.000 penghuni, dengan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Sejumlah fasilitas telah beroperasi, antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX convenience store, Bank Nobu, fasilitas komunitas, serta sentra kuliner dan UMKM.
Chief Executive Officer LippoLand, David Iman Santosa, mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan melihat hunian secara lebih utuh, bukan sekadar sebagai bangunan tempat tinggal.
“Bagi kami, hunian bukan hanya tentang rumah yang dibangun dan kemudian dijual. Hunian juga harus menjadi bagian dari lingkungan tempat keluarga dapat menjalani kehidupan, membangun komunitas, dan merencanakan masa depan,” ujar David.
Menurut dia, pengembangan kawasan perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, mulai dari keterjangkauan harga hingga keberadaan fasilitas dan aktivitas yang mendukung kehidupan penghuni.
“Pengalaman HWB Purwakarta memberikan pembelajaran bahwa penyediaan hunian perlu dikembangkan bersama ekosistem kawasan dan kebutuhan masyarakat. Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” katanya.
David menambahkan, kebutuhan perumahan di Indonesia merupakan tantangan besar yang tidak dapat dijawab oleh satu perusahaan. LippoLand, kata dia, ingin mengambil bagian dengan memperluas pilihan kepemilikan rumah yang sesuai dengan kemampuan masyarakat.
“Kami tidak melihat diri kami sebagai satu-satunya jawaban atas kebutuhan perumahan Indonesia. Kami ingin menjadi bagian dari jawabannya. Bagi kami, keberhasilan bukan hanya ketika sebuah rumah terjual, tetapi ketika sebuah keluarga dapat memiliki tempat yang memberi rasa aman, mendukung kehidupan mereka, dan menjadi awal bagi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Pengalaman Purwakarta Diterapkan di Serang
Pendekatan yang dikembangkan di Purwakarta kemudian diperluas melalui HWB Serang yang diperkenalkan pada Juli 2026. Berada di kawasan Banten yang memiliki aktivitas industri, HWB Serang membawa konsep serupa dengan menyesuaikannya terhadap karakter dan kebutuhan kawasan.
HWB Serang menawarkan harga kepemilikan mulai Rp101 juta dengan kapasitas jangka panjang lebih dari 30.000 penghuni. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya LippoLand menghadirkan alternatif hunian yang lebih terjangkau di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan industri.
HWB Purwakarta Raih Pengakuan IPW
Konsep dan harga yang ditawarkan HWB Purwakarta kemudian mendapat pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record. HWB Purwakarta tercatat sebagai Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.
CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk menjangkaunya serta lokasi yang mendukung kehidupan dan aktivitas ekonomi.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Ali.
Penghargaan tersebut diserahkan Ali Tranghanda kepada Partner HWB Purwakarta, Iwang Prejady, di kawasan HWB Serang, Banten, Selasa (22/9), disaksikan Chief Operating Officer HWB Purwakarta & Serang, I Putu Adi Sastrawan, CEO LippoLand David Iman Santosa, serta Chief Marketing Officer LippoLand, Jopy Rusli.
