
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyiapkan dana hingga Rp1,38 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli kembali sedikitnya 1,46 miliar saham perseroan.
Aksi korporasi emiten yang terafiliasi dengan Boy Thohir tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 17 September 2026 hingga 16 Desember 2026.
Manajemen MBMA memperkirakan pelaksanaan buyback tidak akan menyebabkan penurunan pendapatan maupun berdampak terhadap biaya pembiayaan perseroan.
“Selain itu, pembelian kembali saham tersebut diperkirakan tidak menimbulkan perubahan material terhadap proforma laba per saham,” ujar manajemen MBMA dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Kamis (17/9/2026).
Meski aksi buyback akan memengaruhi rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar, perseroan menyatakan langkah tersebut tidak akan memberikan dampak merugikan terhadap pendapatan.
Dari sisi operasional, pelaksanaan buyback juga tidak akan memengaruhi kegiatan usaha maupun operasional MBMA.
Baca Juga: Disorot BEI, MBMA: Kita Belum Putuskan Listing di Bursa Hong Kong
Baca Juga: Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Ini Alasan di Baliknya
Baca Juga: MBMA Lirik Bursa Hong Kong, Siap Cari Modal Baru
Manajemen MBMA menjelaskan, pembelian kembali saham dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian, harga saham diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan secara lebih wajar.
Sekedar informasi, saham MBMA pada ditutup menguat 0,81% atau 4 poin ke level Rp500 per saham pada perdagangan Rabu (16/9/2026).
Namun, dalam enam bulan terakhir, saham MBMA masih terkoreksi 28,57% atau turun 200 poin dari posisi 17 Maret 2026 yang berada di level Rp700 per saham.
