Wednesday, September 16News That Matters

Apakah Layak Ayah Dipisahkan dengan Anaknya Gara-gara Mualaf?


Wacana Berita, Jakarta –

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, persoalan keyakinan Ruben yang kini berstatus mualaf ikut terseret dalam gugatan rekonvensi pihak Sarwendah dan disebut menjadi salah satu alasan untuk menggugurkan hak asuh anak.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, pun buka suara mengenai persoalan tersebut. Ia menyebut pihak Sarwendah secara tegas mempersoalkan perbedaan agama Ruben dengan anak-anaknya yang masih di bawah umur.

“Mereka dengan lugas, jelas, tegas mengatakan karena Ruben sudah tidak menganut agama yang sama dengan agama yang dianut oleh anak-anaknya, mereka tidak ingin anak-anak ini ada dalam kekuasaan Ruben sebagai pemegang hak asuh dan juga mungkin bertemu, apalagi berkumpul. Karena dikhawatirkan Ruben akan mempengaruhi anak-anak yang masih di bawah umur ini untuk mungkin berpindah agama,” katanya.

Namun, Minola menilai kekhawatiran tersebut terlalu mengada-ngada. Ia kemudian menunjuk Betrand Peto alias Onyo sebagai contoh bahwa keberadaan Ruben bersama anak tidak serta-merta membuat keyakinan anak berubah.

“Ini kan terlalu naif, ya. Terlalu naif dan terlalu mengada-ngada kalau menurut kami seperti itu, ya. Karena buktinya Onyo yang sekarang bertempat tinggal bersama dengan Ruben pun, dia tetap memeluk agama yang diyakininya, yaitu Katolik, tanpa ada pengaruh apa pun dari Ruben gitu lho,” ungkapnya.

Bagi Minola, persoalan keyakinan merupakan ranah privat yang semestinya tidak dijadikan penghalang hubungan antara orang tua dan anak. Ia mengaku pihaknya terkejut ketika persoalan agama masuk dalam gugatan rekonvensi.

“Kami kaget membaca rekonvensi tersebut, karena agama yang sifatnya privat dan dijamin negara dijadikan tembok pembatas,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan Ruben dengan anak-anaknya bukan ditujukan untuk memengaruhi keyakinan mereka. Minola bahkan menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan Ruben berusaha mengajak anaknya berpindah agama.

“Anak-anak ini masih di bawah umur, dan Ruben berkumpul dengan anak bukan bertujuan untuk mempengaruhi agamanya. Lagi pula tidak ada bukti Ruben berupaya menarik anaknya supaya diislamkan,” imbuhnya.

“Apakah layak seorang ayah dipisahkan dengan anaknya hanya gara-gara menjadi mualaf?” tegas Minola.

Menurut Minola, Ruben merasa sedih karena keputusan pribadinya untuk memeluk agama Islam justru dikaitkan dengan hubungan dirinya bersama anak-anak. 

“Ruben cukup sedih membaca isu agama ini dimasukkan. Setahu saya, waktu Ruben mau memeluk agama Islam, anak-anaknya dan keluarganya ada di situ mendampingi untuk melihat sebagai saksi sejarah proses ayahnya, tanpa ada niat mempengaruhi. Bahkan Onyo pun diantar oleh Ruben ke gereja,” tutur Minola.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *