
WACANA BERITA –Aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (17/6/2026), diwarnai aksi teatrikal bertuliskan “RIP Demokrasi”.
Tretrikal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam unjuk rasa yang menampilkan pemasungan terhadap pemerintah Indonesia prabowo dan gibran. Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat.
Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Barat, Muhamad Risaldi, mengatakan teatrikal tersebut merupakan simbol kekecewaan dan kemarahan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Mahasiswa Bandung Serukan Penghapusan MBG, Sebut Demokrasi Indonesia Mengalami Kecacatan
“Simbol tersebut menggambarkan kemuakan kami terhadap berbagai kebijakan yang dibuat selama satu periode pemerintahan ini. Kami merasa pemerintah berjalan dengan kesewenang-wenangan, membuat berbagai peraturan dan kebijakan yang tidak partisipatif serta tidak melibatkan partisipasi publik yang bermakna,” ujar Risaldi kepada wartawan di sela aksi. Rabu (17/6/2026)
Menurutnya, aksi simbolik itu bukan sekadar pertunjukan, melainkan bentuk kritik terhadap kondisi demokrasi yang dinilai semakin mengalami kemunduran.
Risaldi juga menyinggung banyaknya pihak yang disebutnya sebagai tahanan politik pada masa pemerintahan saat ini.
“Selain itu, ini juga merupakan bentuk kekecewaan kami karena pada rezim kali ini terdapat hampir lebih dari 900 tahanan politik. Jika dikomparasikan dengan rezim-rezim sebelumnya, angka tersebut menjadi salah satu yang terbanyak,” katanya.
Pantaukan Koran Mandala Aksi BEM SI Jabar berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian sembari membawa berbagai atribut kritik, termasuk teatrikal bertuliskan “RIP Demokrasi” yang menjadi simbol utama dalam demonstrasi tersebut.
