Sunday, September 27News That Matters

Fokus Dorong Kolaborasi, DPRD Bandung Nilai Pariwisata Harus Bergerak Merata


WACANA BERITA –Penguatan sektor pariwisata di Kota Bandung dinilai tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan budaya semata. Kunci utamanya justru terletak pada kolaborasi lintas sektor agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Pandangan tersebut mengemuka dalam kegiatan West Java Travel Heritage 2026 bertema “Dengan Harmoni Budaya Kita Bangkitkan Pariwisata Jawa Barat” yang digelar di Hotel Horison Bandung, Kamis (30/4/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, menekankan bahwa selama ini pergerakan wisatawan cenderung terpusat di titik-titik tertentu. Kondisi tersebut dinilai perlu diubah melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat.

Barba Kobarkan Mental “Final”! Persib Bandung Siap Hajar PSIM Yogyakarta di GBLA

“Pariwisata tidak bisa dibangun secara parsial. Harus ada kolaborasi agar distribusi kunjungan wisatawan lebih merata dan berdampak pada berbagai wilayah,” ujar Iman.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum DPD Insan Pariwisata Indonesia (IPI) I Gede Susila Wisnawa, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, pelaku industri perjalanan, UMKM, hingga komunitas budaya.

Dalam forum tersebut, Iman menyoroti pentingnya strategi pemasaran yang adaptif di tengah persaingan global. Menurutnya, daerah harus mampu mengemas identitas lokal sebagai daya tarik utama yang tidak dimiliki wilayah lain.

Ia menilai budaya tidak lagi sekadar warisan, melainkan telah menjadi aset ekonomi yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kalau dikelola serius, budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus mempertegas identitas daerah,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah, termasuk melalui konsep sister city, sebagai langkah memperluas promosi pariwisata hingga ke pasar internasional.

Di sisi kebijakan, DPRD Kota Bandung disebut akan terus mengawal program lintas perangkat daerah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri pariwisata. Hal ini penting untuk menghindari regulasi yang berpotensi menghambat perkembangan sektor tersebut.

Iman menambahkan, peningkatan sektor pariwisata memiliki korelasi langsung terhadap pendapatan daerah. Oleh karena itu, pengelolaan yang terarah diyakini dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Jika sektor pariwisata bergerak, maka PAD meningkat dan efeknya kembali ke masyarakat,” ucapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *