Thursday, September 24News That Matters

Business

Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tidak Boleh Ada Orang Lapar

Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tidak Boleh Ada Orang Lapar

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan tekadnya membawa Indonesia menuju kesejahteraan. Ia menyebut tidak boleh ada lagi masyarakat yang hidup dalam kelaparan, orang tua kebingungan ketika anaknya sakit, maupun anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa asupan gizi yang cukup. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan dirinya menerima mandat dari rakyat Indonesia dengan tekad menjadikan Indonesia sebagai negara yang terhormat dan rakyatnya hidup sejahtera. Ia pun secara khusus menyoroti persoalan kelaparan serta pemenuhan gizi anak...
Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia

Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas soal kemandirian Indonesia. Di tengah dunia yang masih dibayangi konflik dan perang, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa yang tidak mampu berdiri di atas kaki sendiri tidak bisa berharap mendapat pertolongan cuma-cuma dari negara lain. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Ia menekankan Indonesia tidak boleh menggantungkan masa depannya pada belas kasihan bangsa lain. "Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” katanya. Baca Juga: Prabowo: Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tidak ...
Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung

Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) masih memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pergantian tersebut. Salah satunya anggapan bahwa Purbaya dicopot karena tidak mampu memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo Subianto. Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal membantah anggapan tersebut. Menurutnya, pencopotan Purbaya sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kinerja ataupun kegagalan mencapai target ekonomi. Untuk menggambarkan situasi tersebut, Fithra mengibaratkan Purbaya seperti pemain bintang yang justru ditarik keluar oleh pelatih setelah mencetak gol. Analogi itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber dalam program Interupsi yang tayang di YouTube Official iNews baru-baru i...
Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia di Kemenkeu

Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia di Kemenkeu

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Perombakan besar-besaran pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) era Purbaya Yudhi Sadewa kembali menuai sorotan. Setelah dua direktur jenderal mengusulkan agar rotasi sejumlah pejabat dibatalkan, mantan Staf Khusus era Menteri Keuangan Sri Mulyani, Prastowo Yustinus, ikut buka suara. Prastowo menanggapi narasi mengenai langkah bersih-bersih di tubuh Kemenkeu. Ia mengingatkan bahwa proses pengisian jabatan di kementerian tersebut telah memiliki mekanisme yang mengacu pada sistem merit dan manajemen talenta. "Saya jelaskan hal umum saja supaya publik bisa memberikan penilaian yang lebih objektif, kira-kira begini. Kemenkeu termasuk institusi yang sudah menjalankan sistem merit sesuai keputusan KemenPANRB, sehingga proses pengisian jabatan mengi...
Serikat Pekerja Harapkan Kebijakan Cukai Suahasil Nazara Beri Kepastian Usaha

Serikat Pekerja Harapkan Kebijakan Cukai Suahasil Nazara Beri Kepastian Usaha

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menyambut baik keberlanjutan kepemimpinan Kementerian Keuangan di bawah nahkoda Suahasil Nazara. Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Hanry Wardana Tirtawiguna, berharap Suahasil Nazara dapat mempertahankan dan melanjutkan kebijakan fiskal yang mampu menjaga keseimbangan antara penguatan penerimaan negara, keberlanjutan industri, dan perlindungan tenaga kerja. Menurut dia, sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman memiliki keterkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja serta rantai pasok di berbagai daerah. Karena itu, setiap kebijakan fiskal yang berdampak terhadap sektor tersebut perlu mempertimbangkan konsekuensinya terhadap keberlangsungan pr...
Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung

Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) masih memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pergantian tersebut. Salah satunya anggapan bahwa Purbaya dicopot karena tidak mampu memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo Subianto. Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal membantah anggapan tersebut. Menurutnya, pencopotan Purbaya sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kinerja ataupun kegagalan mencapai target ekonomi. Untuk menggambarkan situasi tersebut, Fithra mengibaratkan Purbaya seperti pemain bintang yang justru ditarik keluar oleh pelatih setelah mencetak gol. Analogi itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber dalam program Interupsi yang tayang di YouTube Official iNews baru-baru i...
Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia

Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Perombakan besar-besaran pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) era Purbaya Yudhi Sadewa kembali menuai sorotan. Setelah dua direktur jenderal mengusulkan agar rotasi sejumlah pejabat dibatalkan, mantan Staf Khusus era Menteri Keuangan Sri Mulyani, Prastowo Yustinus, ikut buka suara. Prastowo menanggapi narasi mengenai langkah bersih-bersih di tubuh Kemenkeu. Ia mengingatkan bahwa proses pengisian jabatan di kementerian tersebut telah memiliki mekanisme yang mengacu pada sistem merit dan manajemen talenta. "Saya jelaskan hal umum saja supaya publik bisa memberikan penilaian yang lebih objektif, kira-kira begini. Kemenkeu termasuk institusi yang sudah menjalankan sistem merit sesuai keputusan KemenPANRB, sehingga proses pengisian jabatan mengi...
Gara-gara Aturan Ini, Negara Berpotensi Kehilangan Rp47,7 Triliun

Gara-gara Aturan Ini, Negara Berpotensi Kehilangan Rp47,7 Triliun

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Kehadiran regulasi non-fiskal berupa penurunan kadar tar–nikotin dan bahan tambahan/varian rasa merupakan kebijakan yang secara langsung mengubah karakteristik produk. Perubahan tersebut dapat mendorong reformulasi produk dan selanjutnya memengaruhi pilihan konsumen, pola konsumsi, substitusi produk, skala produksi legal, kebutuhan bahan baku, hingga penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT). Karena itu, dampak kebijakan tidak cukup dinilai hanya berdasarkan tujuan pengendalian konsumsi, tetapi perlu memperhitungkan proses penyesuaian yang berlangsung di sepanjang rantai industri hasil tembakau (IHT). Ketua Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (PPKE FEB) Univesitas Brawijaya...
Terbongkar! Ini Dia Trik Rahasia Racik Saham Potensial yang Jarang Diketahui Pemula

Terbongkar! Ini Dia Trik Rahasia Racik Saham Potensial yang Jarang Diketahui Pemula

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Akses terhadap edukasi pasar modal yang mudah dipahami menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham. Menjawab kebutuhan tersebut, Muhammad Faris Ulul Azmi secara konsisten membagikan materi edukasi saham secara gratis, khususnya bagi investor pemula. Melalui platform edukasi Rich Digital Store, Faris membahas berbagai materi pasar modal dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Materi tersebut meliputi penggunaan indikator teknikal, analisis transaksi, pembacaan pergerakan harga, hingga penyusunan screener saham. Screener saham menjadi salah satu materi yang banyak dibahas karena dapat membantu pengguna menyaring saham berdasarkan sejumlah parameter tertentu. Dengan cara ini, proses analisis dapat d...
Berkali-kali Jokowi Bilang Tak Niat Penjarakan Roy Suryo, Harapannya di Kasus Ijazah Adalah…

Berkali-kali Jokowi Bilang Tak Niat Penjarakan Roy Suryo, Harapannya di Kasus Ijazah Adalah…

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Roy Suryo kini memasuki ruang sidang. Setelah berkutat dengan praperadilan berjilid-jilid, Roy Suryo akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (17/9/2026) lalu.  Di tengah proses hukum tersebut, kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, kembali mengungkap tujuan utama kliennya melaporkan Roy Suryo. Menurutnya, Jokowi tidak menjadikan hukuman penjara sebagai tujuan dari laporan pidana tersebut. Rivai mengatakan, yang diharapkan Jokowi hanyalah agar persoalan mengenai ijazah dapat menjadi terang benderang. Perkara yang telah bergulir selama dua tahun dan dinilai menjemukan bagi masyarakat itu diharapkan bisa memperoleh titik terang melalui forum pengadilan ...