Tuesday, September 22News That Matters

Business

Capai 74 Persen dari Target, Serapan Gabah Bulog Tembus Hampir 3 Juta Ton

Capai 74 Persen dari Target, Serapan Gabah Bulog Tembus Hampir 3 Juta Ton

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Perum Bulog melaporkan kinerja impresif terkait aktivitas penyerapan hasil panen raya gabah milik petani nasional. Perusahaan pelat merah tersebut mencatat realisasi pembelian domestik yang bergerak agresif sejak awal tahun. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan serapan gabah kini telah mencapai 74 persen. “Oh iya, kalau serapan gabah Alhamdulillah ini sudah sampai 74 persen,” ujar Rizal kepada wartawan di kompleks Perum Bulog, Jumat (29/5/2026). Menurut Rizal, capaian tersebut bahkan sudah mendekati 75 persen dari target penyerapan yang ditetapkan pemerintah. “Nah, jadi kalau dari total 4 juta ton kami sudah sampai 74 persen, hampir 75 persen,” ujarnya. Ia menjelaskan, dari target 4 juta ton, jumlah gabah yang telah di...
Tok! LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,50% di Bank Umum

Tok! LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,50% di Bank Umum

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan rupiah di bank umum sebesar 3,50% dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang digelar pada 28 Mei 2026. Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku mulai 1 Juni 2026 hingga 30 September 2026. Selain itu, LPS juga menetapkan TBP sebesar 6,00% untuk simpanan rupiah di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan 2,00% untuk simpanan valuta asing di bank umum. Direktur Group Kesekretariatan LPS menyatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah dan valuta asing yang masih mengalami kenaikan terbatas. "Kinerja intermediasi perbankan khususnya penghimpunan simpanan yang masih kuat, kondisi likuiditas perban...
Ekspor RI Dikendalikan Satu Pintu Mulai 2027, DPR Warning Bahaya Sentralisasi

Ekspor RI Dikendalikan Satu Pintu Mulai 2027, DPR Warning Bahaya Sentralisasi

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Rencana besar pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas strategis nasional mulai 2027 memicu perhatian DPR RI. Skema baru yang akan mengendalikan ekspor batu bara, crude palm oil (CPO), hingga produk paduan nikel itu disebut sebagai transformasi paling besar dalam tata kelola sumber daya alam Indonesia sejak era reformasi. Di satu sisi, pemerintah ingin menghentikan kebocoran devisa dan memperkuat posisi Indonesia di perdagangan global. Namun di sisi lain, DPR mengingatkan bahaya sentralisasi kekuasaan ekonomi yang dinilai bisa berubah menjadi monopoli baru jika tak diawasi secara ketat. Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mengatakan negara memang memiliki kepentingan besar untuk me...
Klaim Bisa Tak Optimal, Tugure Minta Penetapan Sum Insured Lebih Akurat

Klaim Bisa Tak Optimal, Tugure Minta Penetapan Sum Insured Lebih Akurat

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyoroti pentingnya ketepatan penetapan nilai pertanggungan (sum insured) pada produk Business Interruption Insurance (BI) di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Dalam kegiatan Sharing Session 2026 yang diselenggarakan melalui program Tugure Academy, Tugure menilai kesalahan dalam menentukan nilai pertanggungan berpotensi memicu kesenjangan perlindungan (under-insurance) maupun kelebihan pertanggungan (over-insured), yang pada akhirnya memengaruhi besaran pembayaran klaim ketika terjadi gangguan usaha. Isu tersebut menjadi fokus utama diskusi bertajuk Business Interruption: Gross Profit vs Revenue: Avoiding the Pitfalls of Misdeclared S...
Utang Paylater Masyarakat Melejit Lagi! OJK Catat Tembus Rp12,81 Triliun

Utang Paylater Masyarakat Melejit Lagi! OJK Catat Tembus Rp12,81 Triliun

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan buy now pay later (BNPL) yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp12,81 triliun pada Maret 2026. Angka itu tumbuh 55,85% secara tahunan (year on year/YoY), sekaligus menunjukkan penguatan dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 53,53%. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan peningkatan pembiayaan BNPL didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat, terutama selama periode Ramadan dan Lebaran. “Pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada Maret 2026 tumbuh menguat 55,85% YoY menjadi sebesar Rp12,81 triliun. Pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya...
Danareksa Perkuat Ketahanan Pangan, Jangkau 3.800 Keluarga Prasejahtera

Danareksa Perkuat Ketahanan Pangan, Jangkau 3.800 Keluarga Prasejahtera

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - PT Danareksa (Persero) bersama anggota Holding BUMN Danareksa menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing dalam program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Program yang dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) itu ditargetkan menjangkau sekitar 3.800 keluarga prasejahtera di tujuh kelurahan ring satu kawasan industri sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi mikro masyarakat. Penyaluran hewan kurban tersebut merupakan kontribusi kolektif sejumlah anggota holding Danareksa dari klaster kawasan industri maupun non-kawasan industri. Jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini meningkat sekitar 27% dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya di Makassar....
IHSG Sempat Terbang ke 6.230, Tiba-Tiba Loyo Jelang Penutupan

IHSG Sempat Terbang ke 6.230, Tiba-Tiba Loyo Jelang Penutupan

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Kamis (29/5/2026). Setelah sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi 6.230,50, IHSG berbalik melemah dan ditutup turun tipis 0,05% atau 2,81 poin ke level 6.127,38. Pelemahan IHSG terjadi di tengah dominasi saham-saham yang terkoreksi. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 430 saham turun, jauh lebih banyak dibandingkan 284 saham yang menguat, sementara 245 saham bergerak stagnan. Secara intraday, IHSG sempat menunjukkan penguatan cukup solid sejak pembukaan di level 6.112,77. Indeks bahkan mencapai level tertinggi harian di 6.230,50 sebelum tekanan jual muncul menjelang akhir sesi dan memangkas seluruh penguatan yang sempat terbentuk. N...
IPCC Tumbuh 16%, Kendaraan Listrik dan Ekspor Jadi Penopang Baru

IPCC Tumbuh 16%, Kendaraan Listrik dan Ekspor Jadi Penopang Baru

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 16,01% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga awal kuartal II 2026, didorong oleh menguatnya arus ekspor kendaraan dan meningkatnya aktivitas logistik otomotif nasional. Berdasarkan Laporan Produksi Bulanan 2026, volume kargo kendaraan penumpang (completely built-up/CBU), alat berat, bus, dan truk yang ditangani IPCC pada Branch Jakarta dan lima terminal satelit secara konsolidasi mencapai tambahan 56.260 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan peningkatan volume kargo, jumlah kunjungan kapal (shipcall) di seluruh terminal IPCC hingga April 2026 mencapai 1.248 kunjungan, naik 21,17% dibandingkan 1.030 kunjungan pada periode yang sa...
Nyaris Sentuh Rp18.000, Ekonom Sebut Rupiah Memikul Banyak Beban Berat

Nyaris Sentuh Rp18.000, Ekonom Sebut Rupiah Memikul Banyak Beban Berat

Breaking News, Business
Wacana Berita, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS di pasar offshore atau luar negeri mulai memicu kekhawatiran. Di tengah kondisi tersebut, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai rupiah kini sedang memikul beban ekonomi yang jauh lebih besar dibanding indikator lainnya. Menurut Fakhrul, tekanan terhadap rupiah terjadi karena pemerintah memilih menahan gejolak harga domestik demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sosial. Akibatnya, tekanan ekonomi global yang seharusnya tersebar ke berbagai sektor justru terkonsentrasi di pasar valuta asing. “Rupiah akhirnya menjadi shock absorber utama. Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang. Tekanan it...