Monday, October 26News That Matters

Penuh Inspirasi, Alasan Dian Sastro Jatuh Cinta pada Kinan


Dian Sastrowardoyo kembali memerankan Kasih Kinanti atau Kinan dalam adaptasi layar lebar novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Bagi Dian, karakter tersebut bukan sosok yang baru dikenalnya saat proses produksi film dimulai. Ia mengaku telah jatuh hati pada Kinan sejak pertama kali membaca novel yang terbit pada 2017 itu.

Dalam novel, Kinan digambarkan sebagai perempuan yang berperan penting dalam mengatur strategi pergerakan mahasiswa. Karakter tersebut menarik perhatian Dian karena mampu menempatkan dirinya berdasarkan kontribusi nyata terhadap tujuan bersama, bukan sekadar identitas atau posisi sosialnya.

Terngiang suasana Reformasi 1998

Saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026), Dian mengatakan proses mendalami Laut Bercerita turut membangkitkan ingatannya terhadap situasi Reformasi 1998. Ketika rangkaian peristiwa itu terjadi, ia masih duduk di bangku SMP.

“Saat tragedi ’98 terjadi, saya sudah duduk di bangku SMP dan merasakan langsung atmosfernya. Kami berdiskusi di sekolah dan melihat lalu lalang pamflet gerakan,” ujar Dian.

Pengalaman tersebut membuat Dian merasa memiliki kedekatan tertentu dengan latar perjuangan yang dihadapi para tokoh dalam cerita. Namun, kekagumannya terhadap Kinan terutama muncul dari cara tokoh itu menilai kapasitas diri melalui tindakan yang diberikan kepada kelompok.

“Karakter Kinan sangat menginspirasi saya tentang bagaimana mengukur kapasitas diri lewat kontribusi nyata untuk tujuan bersama,” kata Dian.

Ia menilai sikap Kinan relevan dengan peran yang harus dihidupkannya dalam film. Menurut Dian, setiap orang dapat memiliki semangat dan kecintaan terhadap suatu tujuan, tetapi ukuran kontribusi seseorang terlihat dari tindakan yang diberikan untuk kepentingan bersama.

“Jadi dalam apa pun yang kita lakukan, kayaknya kita sebagai kumpulan punya semangat, punya kecintaan, (dan) punya banyak hal itu. Bagaimana kita mengukur diri kita itu lewat kontribusi kita yang diberikan kepada tujuan bersama,” tuturnya.

Kinan tidak meminta perlakuan khusus

Dian juga menyoroti cara Kinan menjalankan perannya dalam pergerakan mahasiswa tanpa menjadikan gender sebagai batasan. Walaupun Kinan merupakan perempuan dan anak seorang tentara, karakter tersebut tetap menempatkan dirinya sebagai mahasiswa yang terlibat dalam perjuangan pergerakan.

“Kalau Kinan ini kan dia kebetulan perempuan, tapi sebenarnya dia tidak pernah membedakan (gender). Dia perempuan, dia menolak (keistimewaan) wanita. Dia ya mahasiswa, anak tentara, dan berjuang dalam pergerakan mahasiswa ini,” kata Dian.

Menurutnya, Kinan berada dalam posisi taktis yang menuntut kemampuan menentukan strategi, mengatur kelompok, serta merancang arah perlawanan dan pergerakan. Dian mengagumi karakter itu karena tidak menggunakan statusnya sebagai perempuan untuk memperoleh perlakuan berbeda.

“Yang aku selalu kagum sama dia itu, kunci di mana dia tidak pernah membedakan diri sebagai perempuan tokoh muda. Tapi dia, ya kebetulan dia memang (berada di) posisi taktis, menentukan strategi dan kelompok, dan bagaimana strategi perlawanannya (serta) pergerakannya,” ujarnya.

Dian menambahkan, Kinan juga digambarkan sebagai sosok yang tidak manja dan tidak meminta keringanan dalam perjuangan hanya karena dirinya perempuan. “Hanya karena perempuan, terus kemudian dia kayak banyak (meminta) atau mungkin banyak memberikan keringanan kelebihannya dalam kontribusi ke duniaku. Itu enggak,” kata Dian.

Source link



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *