
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas upaya deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi komunitas wartawan. Program yang digelar bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Jakarta pada Senin (26/10/2026) tersebut diikuti 175 peserta, mulai dari wartawan aktif, pensiunan, pasangan wartawan, hingga anggota organisasi pers lainnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan peningkatan rata-rata usia saat kematian dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Untuk mencapai target tersebut, upaya pencegahan penyakit dan peningkatan akses layanan kesehatan perlu diperkuat, termasuk bagi kelompok lanjut usia.
“Penyakit stroke, jantung, kanker dan gagal ginjal yang membuat seseorang cepat meninggal. Kalau bisa diatasi sejak dini, usia para lansia bisa di atas 76 tahun,” ujar Budi saat memberikan sambutan di Gedung Prof. Sujudi, Kemenkes.
Menurut Budi, pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Ia menganjurkan masyarakat memeriksa kondisi kesehatan setiap tiga bulan melalui program CKG di puskesmas, dengan memperhatikan tekanan darah, kadar gula darah, kondisi jantung, serta perbandingan berat dan tinggi badan.
Budi juga menyampaikan sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan, antara lain tidur sekitar 7 jam 40 menit sehari, berolahraga minimal 30 menit selama lima hari dalam sepekan, serta menjaga porsi makan.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan SWSI bersama Kemenkes tersebut, peserta memperoleh berbagai layanan pemeriksaan tanpa dipungut biaya. Fasilitas yang disediakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, risiko tuberkulosis (TBC), hepatitis, dan deteksi kesehatan jantung.
Peserta perempuan juga dapat mengikuti pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Pemeriksaan tersebut bersifat opsional. Selain itu, peserta mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter.
Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran wartawan terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan dini dapat membantu peserta mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan risiko penyakit.
“Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat beraktivitas dengan optimal, tidak dapat mencari nafkah dengan sebaik-baiknya, atau menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tercinta,” kata Wahyu, yang sebelumnya menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.
Wahyu menjelaskan, peserta yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.
Ia menambahkan, program bertema “Wartawan Senior Sehat, Negara Lebih Kuat” merupakan bentuk kolaborasi antara organisasi wartawan dan pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. SWSI juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenkes, Puskesmas Tebet, dan tenaga medis yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain kesehatan fisik, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan pekerjaan jurnalistik.
Menurut Meutya, tugas peliputan, terutama yang berkaitan dengan konflik dan peristiwa berat, dapat memengaruhi kondisi psikologis wartawan. Dampaknya dapat merembet pada pola pikir, emosi, suasana hati, hingga kemampuan menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Memang tidak mudah menjalankan tugas wartawan. Misalnya harus meliput terkait konflik yang dapat memengaruhi psikologisnya. Maka kuncinya adalah memberi jeda dari satu liputan berat ke liputan berat lainnya. Hal ini tidak hanya dialami wartawan di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” ujar Meutya.
Kegiatan CKG tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini di kalangan pekerja media. Selain menjaga kebugaran fisik, perhatian terhadap kesehatan mental juga diperlukan agar wartawan dapat menjalankan tugas jurnalistik secara berkelanjutan.
