Monday, October 26News That Matters

SKK Migas Bidik 2,2 Miliar Barel Minyak dari 12 Sumur High-Impact di 2026


Wacana Berita, Sanur, Bali –

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membidik realisasi sumber daya sebesar 2,2 miliar barel setara minyak (billion barrels of oil equivalent/BBOE) pada tahun 2026. 

Angka tersebut setara dengan 80 persen dari total target potensi produksi sebelum pengeboran (pre-drill resource target) yang ditetapkan sebesar 2,6 BBOE.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menyatakan bahwa optimisme tersebut ditopang oleh rencana eksplorasi pada 12 sumur berpotensi tinggi (high-impact wells).

“Pada tahun 2026, kita memiliki 12 sumur high-impact, yang mewakili sekitar 31 persen dari total rencana pengeboran, tetapi mencakup sekitar 80 persen dari target sumber daya yang diperkirakan sebelum pengeboran,” ujar Rikky dalam forum ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Bali, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data SKK Migas, PT Pertamina (Persero) memegang porsi signifikan dengan mengelola lima sumur high-impact, meliputi:

  • Sumur Besar-1 (Pertamina East Natuna/PEN)
  • Sumur Banyu Geni-01 (Pertamina EP/PEP)
  • Sumur Wijaya Kusuma-1 (PEP)
  • Sumur Padang Pancuran-002 (PEP)
  • Sumur Tingkilan-1 (Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu/PHE LPB)

Selain Pertamina, pemain global juga dijadwalkan memulai kegiatan eksplorasi menjelang akhir tahun. Petronas bersama Total E&P dijadwalkan melakukan pengeboran di Blok Bobara, kawasan lepas pantai Papua, pada pertengahan November mendatang.

Menatap tahun 2027, SKK Migas memproyeksikan potensi pre-drill resource mencapai 2,63 juta barel setara minyak. Kendati demikian, Rikky menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat estimasi awal dan belum masuk dalam kategori penemuan terkonfirmasi maupun cadangan terbukti (proven reserves).

Baca Juga: SKK Migas: Kebutuhan Minyak Pada 2030 Naik 124 Persen

Baca Juga: Usai Cilamaya, SKK Migas Ungkap Dua Proyek Kilang LPG Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Rikky menekankan bahwa eksekusi lapangan dan validitas data bawah permukaan (subsurface) menjadi kunci utama dalam memenangkan potensi migas nasional. 

“Keberhasilan dalam eksplorasi tak hanya ditentukan oleh target-target ambisius, tetapi oleh kedisiplinan dalam pelaksanaan dan ketersediaan data subsurface berkualitas tinggi yang mengungkap potensi eksplorasi Indonesia,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *