
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai kemunculan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sinyal dukungan politik di tengah desakan agar Gibran mengundurkan diri.
Jokowi dan Gibran sebelumnya terlihat menghadiri pernikahan anak Ketua Umum Relawan Militan 08 Gibran Nusantara di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Keduanya tampak duduk satu meja dalam acara tersebut.
Menurut Ray, penampilan itu menunjukkan Jokowi ingin menegaskan bahwa dirinya tidak dapat dipisahkan dari Gibran secara politik. Ia menilai dukungan tersebut ditampilkan ketika Gibran menghadapi tekanan politik setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Ketika Saudara Gibran berhadapan dengan berbagai tuntutan untuk mundur dan saya menuntut supaya dimajukan ke angket, maka ditunjukkan lah bahwa Pak Jokowi berada di sampingnya,” kata Ray Rangkuti dalam program Kompas Petang KompasTV, Minggu (25/10).
Ray menegaskan, kehadiran Jokowi di samping Gibran memiliki makna simbolis. “Jadi bukan hanya di belakangnya, tetapi di sampingnya. Itu artinya Pak Jokowi mau mengatakan Gibran itu adalah saya, saya adalah Gibran.”
Ia juga menilai Jokowi masih memiliki popularitas di masyarakat yang dapat memberi dukungan politik bagi putranya. Menurut Ray, kedekatan keduanya di ruang publik diharapkan membuat masyarakat melihat Jokowi tetap berdiri bersama Gibran.
Baca Juga: Denny Indrayana Digugat Relawan Gibran! Langsung Pasang Badan dan Bongkar ‘Modus Lama’ Milik Jokowi
“Kan kesukaan publik kepada Pak Jokowi, bukan kepada Gibran. Jadi kalau misalnya Pak Jokowi terus berdampingan dengan Gibran, publik diharapkan akan membaca bahwa Pak Jokowi itu tetap bersama Gibran,” kata Ray Rangkuti.
Ray menambahkan, penampilan bersama tersebut juga dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan kepercayaan terhadap Gibran di tengah pihak-pihak yang mempersoalkan dirinya, termasuk terkait polemik ijazah.
