Monday, October 26News That Matters

IHSG Loyo di Sesi I, Terkoreksi 1% ke Level 5.384


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (26/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi perdagangan saham pada pukul 13.04 WIB, IHSG berada di level 5.384,97, melemah 54,29 poin atau 1% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Tekanan terlihat sejak awal perdagangan. IHSG dibuka pada level 5.442,30 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi harian di 5.453,65. Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan sempat menyentuh level terendah 5.349,75.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pasar pada pekan sebelumnya belum sepenuhnya mampu menjaga momentum positif di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Berdasarkan data pada layar perdagangan, volume transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 185,74 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp7,60 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,14 juta kali.

Pelemahan IHSG terjadi setelah pasar saham Indonesia melewati periode gejolak akibat kekhawatiran investor terhadap evaluasi klasifikasi pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan tajam pada 16 dan 19 Oktober 2026 sebelum berbalik menguat. Pada pekan lalu, indeks mencatat pemulihan signifikan seiring respons kebijakan regulator dan aksi beli investor yang memanfaatkan koreksi harga saham.

Baca Juga: Saham HSC Tak Lagi Masuk IHSG, BEI Pastikan Indeks Tak Anjlok

Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau 0,06% ke Level 5.442,3

Di tengah kondisi tersebut, otoritas pasar modal terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham, likuiditas, dan integritas perdagangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyiapkan penguatan mekanisme pengawasan terhadap indikasi manipulasi transaksi serta penyesuaian metodologi perhitungan indeks.

Meski demikian, perkembangan IHSG pada perdagangan hari ini memperlihatkan bahwa volatilitas masih menjadi perhatian investor. Pelaku pasar akan mencermati efektivitas langkah reformasi regulator serta perkembangan komunikasi dengan penyedia indeks global dalam menilai prospek pasar saham domestik selanjutnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *