
Mantan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, buka suara mengenai sosok anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung.
Ade yang kini menjadi loyalis keluarga mantan presiden Jokowi dan Wapres Gibran itu mengakui bahwa Rocky merupakan figur yang cerdas dan memiliki wawasan luas melebihi rata-rata pengajar akademis, meski terkendala status administratif ijazah.
Menurut Ade, kecerdasan Rocky diperoleh dari kebiasaannya membaca buku serta aktif dalam berbagai forum diskusi. Hal inilah yang membuat banyak dosen dan akademisi menaruh rasa hormat kepadanya.
“Orang ini kan pintar ya, dan banyak dosen yang memandang dia memang lebih pintar dari dosen. Karena dia baca buku, dia diskusi, saya akui dia pintar,” ujar Ade dalam sebuah podcast dikutip Senin (26/10).
Mengenai status pendidikan Rocky, Ade menduga bahwa Rocky sebenarnya telah menyelesaikan perkuliahan S1, namun enggan menyelesaikan revisi tugas akhirnya. Hal itu membuatnya tidak pernah menerima ijazah secara formal.
“Dia mungkin sebenarnya lulus S1, tapi begitu dinyatakan harus direvisi, dugaan saya dia malas. Akibatnya dia tidak mendapat ijazah S1,” lanjutnya.
Meski tidak memegang ijazah formal, reputasi keilmuan Rocky membuatnya tetap dipercaya mengajar di kampus selama bertahun-tahun. Lingkungan akademis UI, di luar bagian administrasi menganggap Rocky sudah menyelesaikan studinya.
Selama berkiprah di kampus, Rocky tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membantu mahasiswa dalam penyusunan tesis hingga disertasi.
Salah satu momen yang cukup dikenal publik adalah saat ia menjadi pembimbing skripsi aktris Dian Sastrowardoyo.
Namun, karier Rocky di civitas akademika UI akhirnya berhenti setelah pihak kampus melakukan penataan dan evaluasi berkas administrasi dosen.
Dalam proses pemeriksaan tersebut, nama Rocky tidak terdaftar secara resmi karena tidak adanya bukti penyelesaian skripsi.
Ade menilai sifat Rocky yang tidak patuh pada aturan administratif menjadi penyebab utama status kepegawaiannya bermasalah.
“Dia itu sebetulnya adalah orang yang memang dari dulu rada serampangan,” pungkas Ade.
