Saturday, October 24News That Matters

Terus Bertransformasi, BTN Perluas Akses Hunian dan Akselerasi Layanan Digital


Wacana Berita, Bandung –

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mentransformasi bisnis untuk menjadi mitra keuangan keluarga Indonesia. Strategi ini dilakukan melalui pengembangan ekosistem perumahan, perluasan pembiayaan hunian, dan percepatan layanan digital. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran BTN dalam mendukung program perumahan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah atau mortgage bank. Perseroan juga mengembangkan layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan nasabah pada berbagai tahap kehidupan.

“Transformasi ini kita jalankan dengan tetap mempertahankan mandat BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, sembari memperluas layanan ke berbagai produk dan kebutuhan finansial keluarga Indonesia,” kata Nixon dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “TRANSFORMASI BTN, Membangun Sinergi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan” di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Selama 76 tahun melayani masyarakat, BTN konsisten memperluas akses kepemilikan rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Hingga September 2026, total KPR yang telah disalurkan BTN mencapai Rp552 triliun. Pangsa pasar BTN di sektor pembiayaan perumahan tercatat sebesar 39 persen pada Juni 2026. Sementara itu, pangsa pasar KPR subsidi mencapai 69 persen pada September 2026.

BTN juga mendukung penyaluran KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk menjangkau pekerja sektor informal, perseroan menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi profesi.

Sepanjang Januari hingga September 2026, penyaluran program perumahan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga mencapai 35.808 unit. Program tersebut menyasar sejumlah kelompok, antara lain guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, pegawai BKKBN, anggota Polri, bahkan masyarakat di Provinsi Maluku.

“Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN untuk memperluas akses kepemilikan rumah secara inklusif, termasuk bagi kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap,” kata Nixon.

Perluas Pembiayaan bagi Pelaku Usaha Perumahan

BTN juga memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) melalui pembiayaan dari sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand). Skema ini menyasar pelaku usaha yang mendukung pembangunan rumah hingga calon debitur potensial.

Baca Juga: Terobosan baru BTN, Ambil KPR Kini Bisa Dicicil hingga 40 Tahun

Dari sisi pasokan, BTN bekerja sama dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang. Pembiayaan juga dibuka bagi kontraktor, pemasok, distributor, dan toko bahan bangunan. Langkah ini memberi akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok perumahan.

Sementara itu, dari sisi permintaan, BTN menyasar calon debitur potensial. Kelompok tersebut meliputi wiraswasta, merchant BTN, serta nasabah dengan riwayat kredit yang baik. Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon KPP BTN mencapai Rp6,16 triliun dengan total penyaluran kepada 9.236 debitur. Angka tersebut terdiri atas Rp4,02 triliun untuk sisi pasokan dan Rp2,14 triliun untuk sisi permintaan.

Melalui skema ini, pembiayaan perumahan tidak hanya menyasar calon pemilik rumah. Pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan dan penyediaan material juga memperoleh akses pembiayaan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *