Friday, October 23News That Matters

Dapat Sinyal Hijau Danantara, Pemprov DKI Mulai Hitung Biaya Perpanjangan LRT Jakarta


Wacana Berita, Jakarta –

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menghitung biaya pembangunan dua jalur LRT Jakarta International Stadium (JIS) hingga Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim, menyusul rencana keterlibatan Danantara dalam proyek tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait untuk segera menyiapkan perincian kebutuhan anggaran. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraannya dengan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan LRT Jakarta rute Manggarai–Kelapa Gading pada 16 September 2026 lalu.

“Untuk LRT seperti pada saat saya menyampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto tanggal 16 September, dan kemudian Pak Doni Oskaria juga sudah merespon untuk ini,” ujar Pramono di kawasan GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pramono mengatakan, perhitungan tersebut diperlukan sebelum Pemprov DKI membahas kebutuhan pendanaan dengan Danantara. Besaran biaya yang dibutuhkan harus diketahui terlebih dahulu agar pembahasan berjalan efektif.

“Sekarang saya sudah meminta kepada Jakpro maupun LRT Jakarta untuk menyiapkan hitungannya. Karena bagaimanapun, kalau duduk dengan Danantara itu kan harus ada hitungannya, berapa yang memang dibutuhkan untuk itu,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Buka Job Fair Karir Hari Ini, Sediakan 12 Ribu Lowongan Kerja

Sementara itu, Pramono menegaskan Pemprov DKI menyambut baik arahan Presiden terkait rencana tersebut.

“Dan kami sangat berterima kasih dengan pemerintah pusat,” tutur Pramono.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara wajib ikut serta dalam membiayai kelanjutan proyek LRT Jakarta. Langkah ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat agar target interkoneksi transportasi massal di ibu kota dapat segera terwujud.

“Ada sedikit harapan dari Gubernur (Pramono Anung) Danantara untuk ikut membantu. Saya kira Danantara wajib membantu karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan untuk mempercepat pembangunan rute-rute baru. Salah satu fokus terdekat adalah proyek LRT rute Manggarai–Dukuh Atas senilai Rp2,7 triliun, yang dijadwalkan mulai dibangun pada awal tahun 2027.

Pramono menyebut ada beberapa opsi skema pendanaan yang akan dikombinasikan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penerbitan obligasi daerah, hingga keterlibatan Danantara.

Selain rute Manggarai–Dukuh Atas, Pemprov DKI Jakarta juga fokus menyambungkan jalur-jalur krusial lainnya, yakni Kelapa Gading–Stadion JIS, hingga Velodrome–Stasiun Kereta Cepat Whoosh (Halim).

“Jadi bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” pungkas Pramono.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *