
Sejak tahun 2004, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) terus mendampingi Kelompok UMKM Batik Tulis Tanjungbumi di Desa Macajah melalui pendekatan Konsep One Belt One Road (OBOR).
Menurut Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur PHE, Sigit Dwi Aryono pendampingan tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam merajut keberlanjutan Environmental, Social & Governance (ESG) serta mendukung target SDGs Kesetaraan Gender dan Pertumbuhan Ekonomi yang Layak.
“Pengembangan Batik Tulis Tanjung Bumi merupakan implementasi dari komitmen kami khususnya, pada aspek sosial melalui pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian warisan budaya,” kata Sigit Dwi Aryono
Sigit Dwi Aryono berharap, pendampingan ini mampu menciptakan kemandirian bagi perajin serta kelompok batik Tanjung Bumi untuk membangun kapasitas serta berkembang pesat
“Batik Tanjung Bumi dapat terus berkembang, memiliki akses pasar yang semakin luas, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Sigit Dwi Aryono.
Sementara itu Ketua UMKM Batik Tulis Tanjung Bumi ,Rusmidah sekaligus penggerak utama merangkul para perempuan bisa berkarya dari rumah tanpa meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga
“Berkat pendampingan PHE WMO, saya semakin yakin untuk terus melestarikan Batik Tulis Tanjungbumi agar warisan budaya ini tidak berhenti di generasi saya. Karena itu, saya mengajak ibu-ibu dan perempuan di sekitar saya untuk ikut belajar dan menekuni batik. Alhamdulillah, dari membatik mereka bisa memiliki kegiatan yang produktif dan mendapatkan tambahan penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga, tanpa harus meninggalkan kewajiban di rumah,” ujar Rusmidah.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Disisi lain pemilik usaha Batik Tanjung Bumi, Muhtarib menceritakan dalam memproduksi selembar batik bermotif Batik Gentonga saja tidak semberangan dilakukan untuk menghasilkan kualitas baik. Pasalnya kata dia, proses pembuatan batik bermotif Batik Gentonga bernilai jutaan ini harus memiliki kesabaran ketulusan serta proses secara alami yang diendapkan gentong yang terbuat tanah liat pilihan. Bahkan lanjutnya, unsur magis juga ada dalam proses pembuatan Batik Gentonga tersebut
“Beruntung PHE WMO masih sering mengajak kami ikut pameran bisnis, sehingga produk kami terus dikenal di tanah air bahkan hingga ke mancanegara,” ungkap Muhtarib.
