
Pegiat media sosial Ferry Koto mengkritik pemilihan anggota Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya kurang kompeten di bidang masing-masing.
Karena itu, Ferry menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) lebih baik dalam memilih jajaran kabinet dibandingkan Prabowo.
“Dari sisi memilih tim di Kabinet, harus diakui pak Jokowi jauh lebih baik dr Pak Prabowo. Pak Jokowi betul-betul mempercayakan pada orang yang kompeten di bidangnya, walau tak semua karena bagaimana pun beliau petugas partai,” tulsnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (21/10).
Ferry mengaku heran dengan pilihan Prabowo dalam menyusun tim pemerintahannya. “Yang saya herankan, pak Prabowo kenapa jadi bahlul milih tim?” lanjutnya.
Ia kemudian melanjutkan kritiknya terhadap komposisi Kabinet Merah Putih.
“Entah apa yang menyebabkan kebahlulan pak Prabowo. Bahkan kader-kader Gerindra yang beliau tempatkan di Kabinet, rata-rata ya tak kompeten, walau ada juga yang bagus dan cocok seperti Fadli dan Supratman AA. Yang lain, ngelus dodo, baik memang karena zonk sama sekali, maupun ndak cocok posisi,” ucapnya.
Menurut Ferry, hal tersebut bertolak belakang dengan kesan yang selama ini ia tangkap dari pemikiran Prabowo yang dituangkan dalam sejumlah buku.
“Bagi yang sudah pernah membaca pikiran2 pak Prabowo di buku2 yang beliau tulis, pasti ndak menyangka, setelah berkuasa bahkan untuk memilih tim saja Pak Prabowo ndak bisa. Ngawur-ngawuran. Kadang jadi berfikir, itu buku hasil pikiran beliau, atau karangan orang lain,” tandasnya.
Baca Juga: Perceraian Politik Prabowo-Jokowi Diprediksi Keras, Jokowi Punya Logistik tapi…
Sebagai informasi, buku yang kerap dijadikan rujukan pemikiran Prabowo adalah Paradoks Indonesia dan kelanjutannya, Strategi Transformasi Bangsa.
Sorotan dan keheranan sejumlah pihak muncul karena gagasan dalam buku tersebut banyak menekankan efisiensi negara, kemandirian bangsa, serta pemberantasan kebocoran anggaran. Namun, dalam praktik pemerintahan, Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih dengan jumlah menteri dan wakil menteri yang relatif besar.
