Wednesday, October 21News That Matters

Dulu Bela MBG Mati-matian, Rocky Gerung Kini Akui Ada yang Bermasalah


Wacana Berita, Jakarta –

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu memuji anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, yang dinilainya kini lebih rasional dalam menyikapi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Said Didu menyoroti sikap Rocky yang sebelumnya kerap dianggap menyiratkan bahwa pihak yang mengkritik program MBG sama dengan menentang konstitusi. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya tidak menolak program tersebut, melainkan mengkritisi pelaksanaannya yang dinilai masih bermasalah.

“Alhamdulillah Bung Rocky Gerung kembali rasional bahwa ada yang perlu diperbaiki pada program MBG,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (21/10).

“Awalnya secara tersirat sering menyatakan bahwa siapa yang menentang MBG adalah melawan konstitusi, padahal rakyat tidak menolak MBG – yang ditolak adalah pelaksanannya yang amburadul,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Fatimah Azzahra, melontarkan kritik tajam terkait dimensi etika, potensi celah korupsi, serta risiko munculnya praktik pemburu rente di balik pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: 103 Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Pastikan Biaya Berobat Ditanggung

Menanggapi kritik tersebut, Rocky Gerung selaku anggota Wantimpres tidak membantah adanya potensi persoalan dalam pelaksanaan program tersebut. Ia mengakui bahwa kebijakan berskala besar seperti MBG berpotensi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari masalah distribusi, penyimpangan, hingga potensi korupsi anggaran apabila tidak diawasi secara ketat.

Meski demikian, Rocky menegaskan bahwa tujuan utama program MBG sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat tidak boleh dihentikan. Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah sistem pengawasan dan tata kelola pelaksanaannya apabila ditemukan pelanggaran atau penyimpangan di lapangan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *