
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Syahganda Nainggolan menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto masih terjaga pada tingkat tinggi.
Ia merujuk pada hasil sejumlah lembaga survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah berada di atas 50 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda saat menanggapi dinamika hasil survei kepuasan dan elektabilitas Presiden Prabowo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Syahganda menyampaikan tanggapan itu di tengah sorotan terhadap survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang menunjukkan mayoritas responden tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Menanggapi hasil survei tersebut, Syahganda memaparkan angka kepuasan publik dari sejumlah lembaga riset lain. Ia menyebut survei Poltracking mencatat tingkat kepuasan terhadap Prabowo sebesar 55 persen, sedangkan PPI mencapai 65 persen.
“Oh yang (SMRC)? Iya, saya pikir soal yang Pak Qodari kan, eh Pak ini, Pak apa, hari ini kan Poltracking juga 55 persen ya, kemudian PPI 65 persen tingkat kepuasannya (Prabowo),” ujar Syahganda.
Menurutnya, hasil survei dari berbagai lembaga perlu dilihat secara menyeluruh untuk memahami persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan dan kebijakan pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dipublikasikan oleh lembaga survei, termasuk temuan yang berbeda-beda.
Syahganda kembali menyoroti hasil survei Poltracking yang menurutnya menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap Presiden Prabowo masih berada pada level tinggi.
“Di Poltracking hari ini juga hampir 60 persen kalau enggak salah saya, yang masih ada keyakinan publik terhadap Presiden Prabowo. Saya pikir kita mengapresiasi semua lembaga-lembaga survei,” tuturnya.
Ia menilai angka-angka tersebut menjadi indikasi bahwa dukungan publik terhadap kepemimpinan Prabowo masih kuat.
Meski demikian, perbedaan hasil antarlembaga survei menunjukkan pentingnya memperhatikan metode penelitian, waktu pengumpulan data, serta indikator yang digunakan dalam mengukur kepuasan masyarakat.
Saat dimintai penegasan mengenai posisi Prabowo saat ini, Syahganda menyatakan optimistis terhadap tingkat dukungan publik kepada presiden.
Ia bahkan menilai capaian tersebut masih lebih tinggi dibandingkan persentase suara yang diperoleh Prabowo dalam pemilihan presiden.
“Bagus dong, bagus. Ya, jauh di atas keterpilihannya dulu. Thank you ya,” ucapnya.
Pernyataan Syahganda tersebut menambah dinamika perdebatan mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.
Di tengah perbedaan hasil survei, data dari masing-masing lembaga tetap perlu dibaca berdasarkan indikator yang diukur agar tingkat kepuasan, keyakinan terhadap kepemimpinan, dan elektabilitas tidak disamakan sebagai satu ukuran yang identik.
