
Di tengah berbagai persoalan yang masih membayangi Indonesia, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa kabar baik dari Inggris. Ia menerima penghargaan Freedom of the City of London pada Jumat (16/10/2026), sebuah penghormatan sipil yang diserahkan langsung di Guildhall, London.
Kabar tersebut diumumkan Anies melalui akun media sosialnya. Ia turut menceritakan suasana penyerahan penghargaan yang berlangsung di gedung bersejarah dan menjadi bagian dari tradisi sipil London selama ratusan tahun.
“Menerima penghargaan The Freedom of the City of London. Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah,” tulis Anies Baswedan di akun media sosialnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Luruskan Polemik Jalan Rusak, Warga Ciamis Bongkar Penderitaan 14 Tahun
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu menjelaskan, prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang mempertahankan tradisi lama. Bahkan, kamera tidak diperbolehkan menyala hingga seluruh prosesi selesai.
“Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yang boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yang dibacakan dengan kata-kata yang sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri dengan satu kalimat sambutan: “a Citizen of London”,” ujarnya.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Anies terhadap kehidupan publik, termasuk dalam membangun jejaring internasional antarkota. Nominasi diajukan oleh pejabat City of London Corporation, yakni Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones.
Dalam penjelasannya, Anies menyebut Freedom of the City of London sebagai salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Pada awalnya, penghargaan tersebut menandai status warga merdeka di London. Seiring waktu, penganugerahan ini juga diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi bagi kepentingan publik.
Baca Juga: Airlangga Santai IHSG Terjun ke 4.900: Biasa, MSCI Ngancam-ngancam dikit
Bagi Anies, penghargaan tersebut bukan semata-mata pengakuan terhadap dirinya sebagai individu. Ia menilai penghormatan itu juga merepresentasikan kerja bersama yang pernah dilakukan, terutama ketika dirinya mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Kami sadar, yang dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja-kerja kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama,” ujarnya.
Anies berharap penghargaan dari London tidak berhenti sebagai simbol pencapaian pribadi. Ia ingin menjadikannya sebagai pintu untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia.
Peluang tersebut, menurutnya, dapat melibatkan berbagai kalangan, mulai dari wali kota, insinyur, guru, hingga anak muda. Ia juga ingin mempertemukan lebih banyak pihak dari London dan Jakarta melalui hubungan antarkota yang memungkinkan pertukaran gagasan dan kerja sama.
Pesan mengenai tanggung jawab negara turut disampaikan Anies dalam pidato berbahasa Inggris setelah upacara penganugerahan. Ia mengaitkan penghargaan itu dengan janji para pendiri bangsa Indonesia yang, menurutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi dan menyejahterakan masyarakat.
“Para pendiri bangsa kami tidak menulis ‘kami berharap’. Mereka menulis ‘kami akan’: melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, menghadirkan kesejahteraan bagi semua. Janji adalah utang,” ungkapnya.
