Tuesday, October 20News That Matters

IHSG Berpeluang Rebound, Tapi Reformasi Pasar Modal Jadi Kunci


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penguatan teknikal (technical rebound) pada perdagangan Selasa (20/10/2026) setelah mengalami tekanan jual besar. Meski demikian, investor masih perlu mewaspadai volatilitas akibat arus dana asing yang keluar dan ketidakpastian reformasi pasar modal Indonesia.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta memetakan level support IHSG di 4.785 dan 4.620, sedangkan resistance berada di 5.318 dan 5.522.

Secara teknikal, IHSG dinilai telah melewati bagian awal dari pola gelombang wave 5/(C)/Y, sehingga ruang pelemahan indeks mulai terbatas. Namun, indikator Stochastic K_D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mengalami penurunan.

“Pelemahan indeks mulai terbatas, tetapi turbulensi pasar masih berpotensi berlanjut, bergantung pada perkembangan sentimen,” ujar Nafan dalam riset hariannya.

Dia menyebut, tekanan pasar terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,28 triliun dalam sehari. Secara kumulatif sejak awal tahun, net foreign sell tercatat Rp114,17 triliun, sementara IHSG telah terkoreksi 42,22%.

Di sisi lain, investor domestik mulai memanfaatkan penurunan harga untuk membeli saham-saham blue chip yang telah terkoreksi signifikan. Aksi buy on dip ini berpotensi membantu menahan tekanan terhadap indeks.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal, transparansi kepemilikan saham, serta evaluasi MSCI.

Selain itu, rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG dinilai berpotensi meningkatkan transparansi dan kualitas indeks, meski penyesuaian tersebut dapat memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Baca Juga: Airlangga Santai IHSG Terjun ke 4.900: Itu Biasa, MSCI Ngancam-ngancam dikit

Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Kripto Jadi Pelarian Investor? Celios Ungkap Faktanya

Baca Juga: Bobotnya 18% di IHSG, Ini 80 Saham Masuk Daftar HSC! Banyak Punya Konglo

Sementara itu, pemulihan saham teknologi Amerika Serikat berpotensi menopang sentimen global. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian global masih menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Untuk strategi investasi, Nafan menyarankan investor memilih saham dengan fundamental solid, valuasi yang masih di bawah nilai wajarnya (undervalued), serta indikasi pembalikan tren (reversal).

“Investor perlu fokus pada saham-saham pilihan dengan fundamental solid, memanfaatkan peluang pada saham yang undervalued dan menunjukkan sinyal reversal, serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin,” jelas Nafan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *