
Kericuhan antarsuporter mewarnai pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (17/10/2026).
Bentrokan terjadi dua kali, yakni saat babak pertama berlangsung dan ketika jeda antarbabak, hingga membuat kick-off babak kedua tertunda sekitar 30 menit.
Insiden pertama terjadi di tribune selatan ketika pertandingan masih berlangsung. Situasi sempat memanas setelah kedua kelompok suporter terlibat gesekan. Petugas keamanan atau steward kemudian turun tangan untuk meredakan keributan sehingga pertandingan dapat dilanjutkan.
Pada saat itu, Persita dan Persija sedang bermain imbang 1-1. Persita lebih dahulu mencetak gol melalui Claudio Luquinhas pada menit kelima, sebelum Fabio Calonego menyamakan kedudukan untuk Persija pada menit ke-17.
Keributan kembali pecah ketika pertandingan memasuki jeda babak pertama. Kali ini, situasi memanas di tribune utara dan selatan. Aksi saling lempar suar atau flare dilaporkan terjadi di antara kelompok suporter.
Baca Juga: Jadwal Super League Pekan Kelima: Persita Vs Persija, Persib Bertandang ke Kediri
Sejumlah penonton berlarian meninggalkan tribune untuk menjauh dari kerumunan. Sebagian suporter bahkan turun ke area pinggir lapangan ketika kondisi stadion semakin tidak kondusif.
Akibat insiden kedua tersebut, pertandingan tidak bisa langsung dilanjutkan setelah turun minum. Petugas keamanan, panitia pertandingan, dan sejumlah pihak di lapangan berusaha menenangkan suporter sebelum laga kembali dimulai.
Setelah situasi berangsur terkendali, para penonton kembali ke tribun dan pertandingan dilanjutkan. Penundaan kick-off babak kedua berlangsung sekitar 30 menit.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyayangkan kericuhan yang terjadi. Ia menilai kehadiran suporter sangat penting dalam pertandingan sepak bola profesional, tetapi dukungan kepada klub tidak seharusnya berujung pada bentrokan.
“Menurut saya, pertandingan profesional mutlak harus ada penonton. Baik laga kandang maupun tandang, kehadiran mereka jelas dibutuhkan,” kata Shin dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Shin juga mempertanyakan alasan para pendukung terlibat keributan, padahal mereka sama-sama datang untuk menikmati pertandingan sepak bola.
“Mengapa sesama warga yang datang untuk menonton olahraga dan mendukung tim yang disukai, kenapa harus bertengkar seperti itu? Saya benar-benar tidak habis pikir,” ujarnya.
Ia berharap para suporter dapat mengendalikan emosi agar pemain bisa bertanding dengan tenang dan penonton menikmati pertandingan tanpa terganggu kericuhan.
