
Isu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka rupanya berdampak langsung pada stabilitas elite di tingkat atas, khususnya antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio (Hensa) menyoroti bahwa perubahan sikap mantan presiden itu terhadap pemerintahan yang baru saja ia bantu menangkan ini sangat dipengaruhi oleh naluri perlindungan keluarga.
Baca Juga: Mulai Lupakan Prabowo, Pengamat Sebut Jokowi Menolak Diam dan Bangun Arena Politik Baru dengan PSI
Menurut Hensa, Jokowi mulai mengeras semenjak serangan politik tidak lagi hanya menyasar dirinya secara pribadi, melainkan langsung menusuk jantung karir politik putra sulungnya.
“Isu ijazah ini sudah bukan lagi soal pribadi Pak Jokowi. Begitu merembet ke anaknya, apalagi anaknya kini menjabat wakil presiden, wajar kalau dia merasa harus pasang badan dan tampil lebih keras,” kata Hensa dikutip Senin (19/10/2026).
Situasi ini menempatkan mantan presiden itu dalam posisi yang dilematis sekaligus penuh kewaspadaan. Di satu sisi, ia menyadari bahwa kekuasaan formalnya telah usai. Namun di sisi lain, lambatnya atau kurang agresifnya perlindungan yang diberikan oleh struktur pemerintahan saat ini terhadap krisis yang menimpa anakanya, membuatnya merasa harus turun gunung secara langsung.
Menurut Hensa, Jokowi melihat anaknya yang bertarung sendirian menghadapi gempuran manuver lawan politik sebagai sebuah risiko yang terlalu besar bagi keberlangsungan dinastinya. Perubahan sikapnya adalah bentuk manifestasi dari kelelahan psikologis akibat terus-menerus diposisikan sebagai pihak yang bertahan.
“Orang yang terus diserang lama-lama akan berhitung, daripada menunggu lebih baik maju duluan. Bisa jadi itulah yang sedang kita lihat dari sikap dia terhadap Prabowo,” tegas Hensa.
Sebelumnya, Jokowi sendiri mengeluarkan pernyataan keras terkait dengan polemik ijazah milik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut polemik ijazah yang menyeret anaknya, beserta dirinya adalah ulah pihak luar yang ingin menjatuhkannya.
Baca Juga: Di Balik Berubahnya Sikap Jokowi ke Prabowo: Dia Merasa Ditinggalkan dalam Keputusan Langkah Besar
“Sekali lagi, ini operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang. Saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi ramai lagi,” tegas Jokowi.
