
KORAN MANDALA – Penolakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap rencana pinjaman Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap pelaksanaan pembangunan, termasuk pembangunan SMAN 28 Bandung yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, menilai persoalan tersebut berkaitan dengan perencanaan anggaran yang perlu disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah.
Menurutnya, pembangunan yang direncanakan tanpa memperhitungkan kondisi anggaran secara realistis berisiko menghadapi kendala dalam pelaksanaannya.
“Lagi-lagi ini berhubungan dengan perencanaan, termasuk perencanaan anggaran. Bagaimana mungkin pembangunan ini belum selesai? Karena secara anggaran tidak sesuai prediksi, namun dipaksakan, termasuk peminjaman yang pada akhirnya tidak di-ACC oleh Mendagri,” ujar Maulana Minggu (18/10/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan saat menyoroti pembangunan SMAN 28 Bandung. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima jurnalis di lapangan, pembangunan sekolah tersebut masih berada pada tahap fondasi, meskipun ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Maulana menilai, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Jabar, terutama dalam menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Ia menyarankan agar pemerintah menghitung ulang kebutuhan anggaran sebelum melanjutkan program pembangunan. Penghitungan tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya mengacu pada perencanaan awal, tetapi juga harus mempertimbangkan realisasi dan proyeksi pendapatan daerah.
“Menurut saya, jauh sebelum melanjutkan, dihitung ulang deh. Dihitung ulang kebutuhan sekarang di perubahan 2026, bukan hanya sisi perencanaan, tapi kemungkinan fakta pendapatan,” tuturnya.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar kebijakan pembangunan dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Dengan demikian, pemerintah perlu memastikan ketersediaan anggaran sebelum menetapkan langkah lanjutan terhadap proyek yang sedang berjalan.
