
Berita Tinju – Juara dunia kelas welter WBC, Ryan Garcia, terus gencar mendesak untuk digelarnya rematch melawan Gervonta Davis. Garcia mengklaim bahwasanya batasan catchweight pada pertemuan pertama mereka di tahun 2023 menjadi penyebab utama performanya tidak maksimal.
Pada bentrokan pertama mereka di Las Vegas, Garcia harus menyerah TKO di ronde ketujuh akibat pukulan ke arah tubuh. Kala itu, laga digelar pada batas catchweight 136 pon dengan klausul rehidrasi ketat yang membatasi kenaikan berat badan Garcia pada hari pertarungan.
Sejak saat itu, perjalanan karier kedua bintang tersebut bergerak ke arah yang berbeda. Garcia tampil sangat impresif sepanjang tahun 2026 di kelas welter (147 pon) usai merebut sabuk WBC dan sukses mempertahankannya lewat kemenangan TKO ronde kedua atas Conor Benn.
Di sisi lain, Davis terbilang kurang aktif usai hanya berlaga dua kali sejak 2024, termasuk hasil imbang melawan Lamont Roach Jr pada 2025 serta kendala di luar ring yang sempat membatalkan rencana laga ekshibisinya.
Meskipun tim dari kedua belah pihak dilaporkan telah menjalin komunikasi untuk membahas duel ulang, tuntutan Garcia agar laga digelar di kelas welter (147 pon) menjadi ganjalan utama. Davis, yang paling tinggi bertarung di kelas 140 pon, dinilai akan kalah jauh dari segi ukuran fisik jika harus naik ke kelas welter.
Jika kesepakatan rematch gagal terwujud dalam waktu dekat, ryan Garcia dilaporkan tengah melakukan negosiasi untuk melakoni duel unifikasi melawan Teofimo Lopez, sementara nama George Kambosos Jr mulai dikaitkan sebagai calon lawan kembali bagi Davis.
Artikel Tag: kelas welter, gervonta davis, teofimo lopez, ryan garcia, rematch
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tinju/naik-ke-kelas-welter-ryan-garcia-desak-gervonta-davis-untuk-rematch
