Friday, October 16News That Matters

Kalau Diciduk, Jagonya Masih Ada Apa Gak Ya?


Wacana Berita, Jakarta –

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi naik pitam melihat aksi pemalakan dan perusakan mobil yang viral di media sosial. Ia meminta kepolisian bergerak cepat mengusut kasus tersebut dan menangkap pihak-pihak yang terlibat, sekaligus menegaskan bahwa praktik premanisme tidak boleh dibiarkan meresahkan masyarakat.

Kecaman itu disampaikan Dedi setelah beredarnya video pada Rabu (14/10/2026) yang memperlihatkan dugaan aksi intimidasi terhadap kru operasional salah satu jenama baju muslim. Dalam rekaman tersebut, seorang oknum terduga pelaku terlihat menggedor dan memukul kaca mobil berulang kali.

Aksi itu diduga dipicu penolakan sopir untuk memberikan sejumlah uang yang diminta. Menanggapi kejadian tersebut, Dedi melontarkan sindiran tajam melalui akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Mahfud MD: Bangsa Kita Sepertinya Betul-betul Sakit

“ABANG JAGO. Entah kalau diciduk, jagonya masih ada apa enggak ya” tulis Dedi di kolom caption Instagram, Kamis (15/10/2026).

Orang nomor satu di Jawa Barat itu menegaskan, tindakan pemalakan hingga perusakan merupakan bentuk kejahatan yang tidak dapat ditoleransi. 

“Premanisme, pemalakan, pengrusakan, adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi,” ungkap Dedi.

Keseriusan Dedi dalam menangani kasus ini ditunjukkan melalui koordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Hengki. Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan membawa para pelaku ke ranah hukum.

“Saya sudah menyampaikan masalah ini ke Kapolda Jabar. Saya yakin, dalam waktu tidak terlalu lama, pelakunya akan segera ditangkap,” ujarnya.

Baca Juga: Masalah Konser Berkepanjangan, MUI: Apa Sahroni Anggota DPR Itu Tidak Paham?

Dedi juga menaruh perhatian pada upaya mencegah kejadian serupa terulang di Jawa Barat. Menurutnya, tindakan intimidasi dan perusakan terhadap sarana operasional dapat mengganggu rasa aman masyarakat, termasuk para pekerja dan pelaku usaha.

Di tengah upaya penanganan kasus tersebut, Dedi turut mengapresiasi keberanian warga yang merekam dan menyebarkan bukti dugaan kejahatan ke media sosial. Dokumentasi warga dinilai dapat membantu mengungkap peristiwa yang meresahkan masyarakat.

“Terima kasih kepada warga yang berani mengunggah bukti kejahatan dan melawan aksi yang merugikan masyarakat,” ucap dia.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menyatakan komitmennya untuk memperketat pengamanan lingkungan demi menjaga keamanan pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat luas.

Dedi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas gangguan keamanan yang terjadi. Ia berharap penanganan hukum terhadap para pelaku dapat memberikan efek jera sehingga aksi serupa tidak kembali terjadi.

“Semoga peristiwa ini tidak boleh lagi terjadi di wilayah hukum Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *