Thursday, October 15News That Matters

Pertama Kali di Bawah 4 Persen


Wacana Berita, Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan capaian baru dalam penanggulangan kemiskinan di Ibu Kota. Per Maret 2026, tingkat kemiskinan di Jakarta tercatat turun menjadi 3,96 persen, pertama kalinya berada di bawah 4 persen.

“Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah 4 persen. Selama ini selalu di atas 4 persen,” ujar Pramono saat meresmikan Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).

Pramono menjelaskan, penurunan angka kemiskinan tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Jakarta yang tetap solid di tengah tekanan ekonomi global. Ia menuturkan pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,52 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 16,32 persen.

Sementara itu, tingkat inflasi Jakarta juga terkendali dan menjadi yang terendah di wilayah Jawa-Bali, yakni berada di kisaran 2,5 hingga 2,7 persen.

“Alhamdulillah Jakarta masih bisa berjalan dengan baik,” tutur Pramono.

Baca Juga: Pramono Temui Kapolda Metro Jaya, Siap Dukung Program Polisi Peduli Pengangguran

Meski demikian, Pramono mengakui masih terdapat pekerjaan rumah (PR) terkait ketimpangan pendapatan. Gini ratio yang merupakan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan dalam masyarakat, menunjukan bahwa di DKI Jakarta saat ini berada di angka 0,435.

“Gini Ratio adalah perbandingan orang kaya dan miskin. Pasti seluruh orang kaya di Republik ini punya rekening di Jakarta. Tetapi ada beberapa masyarakat yang termarjinalkan,” pungkas Pramono.

Untuk itu, ia menegaskan terdapat tiga sektor prioritas yang anggarannya tidak boleh dikurangi, bahkan harus ditingkatkan, yakni pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial. Kebijakan tersebut dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi Jakarta di tengah ketidakpastian global.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *