
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (15/10/2026), setelah gagal menembus level psikologis 6.000. Meski ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan pasar saham domestik.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 0,29%. Namun, penguatan tersebut masih diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing sekitar Rp104 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran jual investor asing, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Fanny menilai kegagalan IHSG menembus level 6.000 membuka peluang terjadinya koreksi lanjutan pada perdagangan hari ini.
“Dari sisi teknikal, IHSG memiliki area support di kisaran 5.830–5.900, sedangkan resistance berada pada level 5.970–6.000. Pergerakan indeks di sekitar level tersebut akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk membaca arah perdagangan selanjutnya,” ucap Fanny dalam riset hariannya.
Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas
Di tengah potensi koreksi IHSG, BNI Sekuritas memberikan sejumlah ide perdagangan saham yang dapat dicermati investor, yakni TLKM, AKRA, RAJA, ULTJ, CMRY, dan INTP.
1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
TLKM direkomendasikan dengan strategi buy on weakness, dengan area beli di kisaran Rp2.200–Rp2.250. Target harga terdekat berada pada Rp2.270–Rp2.340, sementara batas cut loss ditetapkan di bawah Rp2.170.
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Untuk AKRA, investor dapat mencermati area beli Rp1.450–Rp1.470 dengan strategi buy on weakness. Target harga berada pada Rp1.500–Rp1.520, dengan cut loss jika harga turun di bawah Rp1.450.
3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
RAJA masuk dalam daftar saham dengan rekomendasi speculative buy. Area beli yang dicermati berada pada Rp585–Rp595, dengan target harga Rp610–Rp635. Investor disarankan membatasi risiko jika harga turun di bawah Rp580.
4. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
ULTJ direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada area Rp2.060–Rp2.090. Target harga terdekat berada di kisaran Rp2.120–Rp2.170, sedangkan batas cut loss ditetapkan di bawah Rp2.060.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways, Investor Waspadai Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat, Sempat Tembus 6.009 Sebelum Berakhir di 5.943
5. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)
CMRY dapat dicermati pada area beli Rp4.480–Rp4.510. Dengan strategi buy on weakness, saham ini memiliki target harga Rp4.560–Rp4.620. Batas cut loss berada di bawah Rp4.440.
6. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Untuk INTP, area beli yang direkomendasikan berada pada Rp5.125–Rp5.250. Target harga terdekat ditetapkan di kisaran Rp5.350–Rp5.600, dengan cut loss jika harga turun di bawah Rp5.100.
Strategi buy on weakness berarti mempertimbangkan pembelian ketika harga saham melemah ke area yang telah ditentukan. Adapun speculative buy merupakan strategi pembelian spekulatif dengan risiko yang relatif lebih tinggi.
Di tengah potensi koreksi IHSG dan tekanan jual asing, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga serta menerapkan batas kerugian sesuai profil risiko masing-masing. Rekomendasi tersebut merupakan ide trading, bukan jaminan keuntungan.
