Wednesday, October 14News That Matters

Upaya PLN IP Jeranjang Restorasi Terumbu Karang dan Kembangkan Wisata Bahari Lombok


Wacana Berita, Jakarta –

PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang bersama kelompok masyarakat Bay Watch Sekotong berkolaborasi melakukan transplantasi terumbu karang di kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program ini merupakan replikasi dari pembinaan transplantasi terumbu karang yang sebelumnya dilakukan di kawasan Pandanan. Kali ini, program tersebut diarahkan untuk membangun taman laut yang tidak hanya berfungsi memulihkan ekosistem bawah laut, tetapi juga menjadi daya tarik wisata bahari.

Asisten Manager Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Teguh Budianto menjelaskan, pemilihan kawasan Gita Nada didasarkan pada hasil diskusi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Sejumlah titik di kawasan tersebut diketahui mengalami kerusakan terumbu karang.

Bahkan, tingkat kerusakan di beberapa lokasi disebut mencapai 30 persen akibat berbagai faktor, baik aktivitas manusia maupun pengaruh alam.

Melalui program ini, PLN Indonesia Power berharap kondisi terumbu karang dapat dipulihkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Harapannya, kita bisa merestorasi kembali terumbu karang yang indah ini. Masyarakat maupun wisatawan tidak hanya menikmati keindahannya, tetapi juga ikut berpartisipasi menjaga kelestariannya,” jelas Teguh seusai melakukan transplantasi karang di Gili Nanggu, Selasa (13/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang tetap akan menggunakan media tanam block macs yang sebelumnya diterapkan dalam program transplantasi karang. Namun, desainnya akan dimodifikasi menyesuaikan topografi dan kondisi dasar laut di Sekotong.

Selain itu, metode konvensional seperti media berbentuk spider dan meja juga akan digunakan. Kombinasi sejumlah metode tersebut diharapkan dapat mendukung keberhasilan transplantasi sesuai karakteristik perairan setempat.

Pembina Kelompok Masyarakat Bay Watch Sekotong, Iwan Jayelani, mengatakan kolaborasi tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperbaiki ekosistem laut dan mengembangkan daya tarik wisata bahari baru.

Menurutnya, kawasan TWP Gita Nada memiliki potensi wisata snorkeling dan diving. Namun, kondisi terumbu karang di kawasan tersebut tidak sepenuhnya seragam. Sebagian titik masih memiliki kondisi karang yang baik, sementara lokasi lainnya mengalami kerusakan.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah tingginya kunjungan wisatawan ke titik-titik tertentu. Aktivitas pariwisata secara masif dinilai dapat meningkatkan tekanan terhadap ekosistem terumbu karang.

Karena itu, pembangunan taman laut baru diharapkan mampu mendistribusikan kunjungan wisatawan agar tidak terkonsentrasi pada satu lokasi saja.

“Kami ingin menyiapkan titik-titik baru untuk kegiatan wisatawan. Dengan begitu, konsentrasi pengunjung bisa terpecah dan tekanan terhadap terumbu karang di lokasi tertentu dapat dikurangi,” ujar Iwan.

Ia berharap kolaborasi bersama PLN Indonesia Power dapat melahirkan destinasi wisata bawah laut yang berkelanjutan sekaligus menjadi ikon wisata bahari di Sekotong.

Baca Juga: Dukung MotoGP Mandalika 2026, PLN IP UBP Jeranjang Pastikan Keandalan Kelistrikan Lombok

Di sisi lain, PLN Indonesia Power menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya pelestarian terumbu karang tidak cukup dilakukan di laut, tetapi juga harus dimulai dari daratan hingga kawasan hulu.

Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan karena limbah yang terbawa aliran air berpotensi mencemari laut dan mengganggu kehidupan biota di dalamnya.

Kelompok masyarakat yang menjadi mitra program juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak local hero atau penggerak lokal yang konsisten menjaga ekosistem bawah laut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *