
Toyota belum menutup peluang menghadirkan teknologi hybrid pada Avanza. Apalagi, langkah elektrifikasi pada model yang masih satu keluarga dengan Avanza, yakni Veloz, sejauh ini menunjukkan kinerja yang cukup kuat di pasar Indonesia.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota Veloz Hybrid mencatat wholesales 2.267 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut bahkan menempatkannya sebagai mobil hybrid dengan distribusi terbanyak pada bulan tersebut, mengungguli Kijang Innova Zenix Hybrid yang mencatat 2.137 unit.
Veloz Hybrid juga menjadi satu-satunya model Toyota dalam daftar mobil hybrid terlaris Agustus yang mencatat distribusi di atas 2.000 unit selain Zenix.
Capaian tersebut membuat kemungkinan Avanza mendapat teknologi serupa menarik untuk dicermati. Pasalnya, Toyota sudah memiliki basis teknologi hybrid, fasilitas produksi lokal, sekaligus pengalaman melihat respons konsumen terhadap hybrid pada kendaraan keluarga dengan karakter yang berdekatan dengan Avanza.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan Toyota saat ini memang masih fokus memenuhi kebutuhan terhadap model hybrid yang sudah tersedia.
“Untuk saat ini, kami fokus untuk pemenuhan kebutuhan model-model Hybrid yang ada sekarang,” kata Bansar saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Toyota saat ini memasarkan sejumlah model Hybrid EV yang diproduksi lokal di Indonesia, termasuk Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV.
Menurut Bansar, model-model tersebut ikut menopang pertumbuhan penjualan Toyota. Hingga September 2026, total wholesales Toyota naik 8,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kenaikan tersebut dikontribusi oleh model-model unggulan Toyota di antaranya model teknologi Hybrid EV yang diproduksi lokal di Indonesia seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan juga Yaris Cross Hybrid EV,” ujarnya.
Secara nasional, penjualan wholesales mobil mencapai 79.540 unit pada September 2026. Dengan tambahan penjualan tersebut, total pasar Januari-September mencapai 679.010 unit, tumbuh sekitar 21% secara tahunan. Toyota sendiri menguasai 197.809 unit atau sekitar 29,1% dari pasar nasional sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Avanza Ikut Disetrum?
Di tengah kinerja tersebut, Toyota kembali ditanya mengenai rumor Avanza Hybrid. Menariknya, Bansar tidak memberikan bantahan tegas.
Dia mengatakan pengembangan produk Toyota berikutnya akan menyesuaikan kebutuhan pasar pada masing-masing segmen.
“Untuk pengembangan produk berikutnya pastinya kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar di segmentnya sehingga bisa terus relevan dengan kebutuhan dan trend yang ada,” kata dia.
Khusus Avanza, Bansar menyebut Toyota perlu melakukan kajian secara hati-hati. Salah satu pertimbangannya adalah karakter Avanza yang digunakan konsumen di hampir seluruh wilayah Indonesia.
“Terkhusus untuk Avanza yang mendapat kepercayaan untuk dipakai di hampir semua wilayah Indonesia sehingga kami akan carefully study untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Bansar.
Pernyataan tersebut memang belum bisa diartikan sebagai konfirmasi bahwa Avanza Hybrid sedang dikembangkan. Namun, Toyota juga tidak menutup pintu terhadap kemungkinan tersebut.
Terlebih, Veloz Hybrid sudah menunjukkan bahwa teknologi hybrid dapat diterapkan pada kendaraan keluarga di segmen low MPV. Pada Juli 2026, Veloz Hybrid mencatat wholesales 2.140 unit, sebelum meningkat menjadi 2.267 unit pada Agustus.
Bukan hanya distribusi ke diler, kapasitas produksi Veloz Hybrid juga menunjukkan besarnya kebutuhan Toyota terhadap model tersebut. Hingga Agustus 2026, produksi Veloz Hybrid di fasilitas Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mencapai 15.737 unit.
TMMIN menyebut kapasitas produksi disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Artinya, keberadaan permintaan terhadap Veloz Hybrid menjadi salah satu dasar Toyota dalam menentukan volume produksinya.
Respons konsumen juga terlihat dari ajang GIIAS 2026. Veloz Hybrid mencatat 1.115 surat pemesanan kendaraan (SPK), menjadi salah satu model elektrifikasi dengan kontribusi terbesar terhadap pemesanan Toyota selama pameran tersebut.
Baca Juga: Penjualan Mobil Sudah 679 Ribu Unit, Target 850 Ribu Unit Masih Terkejar?
Baca Juga: Hardy Classic Demonstrasikan Modifikasi Interior Toyota Hiace dalam 12 Jam di IMX 2026
Baca Juga: Penjualan Daihatsu Kuartal III, Masih Sangat Bergantung pada Gran Max
Kondisi itu membuka ruang bagi Toyota untuk memperluas teknologi hybrid ke model lain. Terlebih, Avanza memiliki basis konsumen yang lebih luas dan secara historis menjadi salah satu model utama Toyota di pasar Indonesia.
Namun, keputusan tersebut tidak bisa hanya didasarkan pada keberhasilan Veloz Hybrid. Toyota harus memastikan teknologi hybrid tetap sesuai dengan karakter penggunaan Avanza yang tersebar dari perkotaan hingga berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, jawaban Toyota soal Avanza Hybrid saat ini masih berada di wilayah abu-abu. Pabrikan belum mengatakan Avanza akan mendapat teknologi hybrid, tetapi juga tidak menutup kemungkinan tersebut.
Sementara Veloz sudah lebih dulu “disetrum”, Avanza kini masih menunggu hasil kajian Toyota.
Kalau melihat performa Veloz Hybrid di pasar, pertanyaan berikutnya tinggal satu: kapan giliran Avanza?
