Monday, October 12News That Matters

Daya Beli di Pasar Ciawitali Garut Turun Lebih dari 20 Persen, Disperindag Soroti Pergeseran Belanja Online


KORAN MANDALA –Aktivitas perdagangan di Pasar Ciawitali, Kabupaten Garut, menghadapi tekanan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut menyebut penurunan daya beli yang dirasakan pedagang pasar rakyat mencapai lebih dari 20 persen.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan fluktuasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting). Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru turun.

Program Sasapu Bandung Dinilai Bebani Aparatur, Andri Desak Pemkot Evaluasi

Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, mengatakan hasil pemantauan harga menunjukkan adanya perubahan harga sejumlah kebutuhan pokok dari pekan sebelumnya. Menurut dia, pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan harga dan melaporkannya setiap minggu.

“Dari perkembangan minggu ke minggu ini memang ada beberapa kenaikan harga rata-rata dari minggu yang lalu,” ujar Ridwan, Senin (12/10/2026).

Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah keriting sebesar 6,5 persen, cabai rawit merah 8,4 persen, dan bawang merah 3,1 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Daging sapi turun 0,6 persen, daging ayam broiler 2,5 persen, telur ayam broiler turun sekitar Rp667, cabai merah besar 11,5 persen, cabai rawit hijau 11,9 persen, serta bawang putih impor 7,5 persen.

Ridwan menyatakan ketersediaan stok kebutuhan pokok di Pasar Ciawitali masih aman. Namun, kestabilan pasokan dan harga belum serta-merta menjamin aktivitas perdagangan kembali ramai apabila kemampuan belanja masyarakat masih tertekan.

Belanja Online Mengubah Pola Konsumen

Menurut Ridwan, tekanan terhadap aktivitas perdagangan tidak hanya dirasakan pasar tradisional di Garut.

Ia mengaku menemukan kecenderungan serupa ketika mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Garut Plaza, bahkan di pusat perdagangan di kota-kota besar.

Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat, terutama melalui toko daring dan media sosial, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kunjungan konsumen ke pasar konvensional.

“Online shopping ini meminimalisir tingkat kunjungan konsumen ke tempat belanja. Termasuk juga sekarang banyak komoditas yang diperdagangkan di pasar rakyat tersedia di beberapa toko online,” katanya.

Menurut Ridwan, sejumlah pedagang yang sebelumnya menjual produk tertentu juga mulai beralih menjual komoditas lain melalui platform digital.

Ia menyebut penurunan daya beli yang dirasakan para pedagang pasar rakyat mencapai lebih dari 20 persen.

Namun, angka tersebut masih berupa gambaran yang disampaikan berdasarkan pengalaman dan keluhan pedagang, bukan hasil survei terukur yang dijelaskan secara rinci.

Perlu Data untuk Mengukur Tekanan Pasar

Penurunan aktivitas perdagangan menjadi tantangan bagi pasar rakyat di tengah perubahan perilaku konsumen.

Meski belanja daring dapat menawarkan kemudahan akses dan pilihan harga, dampaknya terhadap pedagang pasar tradisional perlu diukur berdasarkan data kunjungan, transaksi, serta omzet perdagangan.

Karena itu, klaim penurunan lebih dari 20 persen perlu diperjelas melalui indikator yang terukur, termasuk periode pembanding dan jumlah pedagang yang terdampak.

Data tersebut penting untuk membedakan penurunan jumlah pengunjung, volume transaksi, omzet, dan daya beli masyarakat yang merupakan indikator berbeda.

Di sisi lain, pemantauan harga bapokting perlu tetap diikuti pengawasan pasokan dan distribusi agar gejolak harga komoditas tertentu tidak semakin membebani konsumen.

Tantangan Pasar Ciawitali bukan hanya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, tetapi juga memastikan pasar rakyat tetap mampu bersaing dan menjadi pilihan masyarakat di tengah pergeseran pola belanja.

Tanpa data yang memadai dan langkah adaptasi yang terarah, penurunan aktivitas perdagangan berisiko terus menjadi keluhan tanpa solusi yang terukur.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *