
Kemenangan Marc Marquez pada sprint race MotoGP Mandalika 2026 ternyata tidak berlanjut ke balapan utama. Pembalap Ducati tersebut harus puas finis di posisi keenam setelah memilih tidak mengambil risiko tambahan ketika persaingan di lintasan semakin ketat.
Balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (11/10/2026). Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang, sedangkan Marquez gagal mengulangi hasil gemilang yang diraihnya sehari sebelumnya.
Hasil tersebut menjadi kontras bagi Marquez yang sempat mencuri perhatian lewat kemenangan sprint race. Meski demikian, ia mengaku sudah memahami situasi balapan utama ketika kompetisi menyisakan 12 lap.
“Saat balapan tersisa 12 lap, saya sudah memahami situasinya. Saya bisa merasakan kecepatan para pembalap lain dan tahu bahwa (Pedro) Acosta serta (Ai) Ogura pada akhirnya akan menyalip saya,” kata Marquez selepas balapan.
Marquez menyadari sejumlah pembalap memiliki kecepatan yang membuatnya sulit mempertahankan posisi. Ia juga memperhitungkan kemungkinan Fabio Di Giannantonio menyalipnya, meski pembalap yang akrab disapa Diggia itu pada akhirnya tidak melanjutkan upayanya.
“Mungkin Diggia juga bisa melakukannya, tetapi pada akhirnya dia tidak melanjutkan upayanya. Jadi, saya memang memilih strategi untuk tidak mengambil risiko tambahan,” sambungnya.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Marquez memilih pendekatan berbeda pada balapan utama dibandingkan ketika memenangi sprint race. Alih-alih memaksakan diri mengejar posisi lebih tinggi, ia memutuskan untuk tidak menambah risiko saat menyadari situasi persaingan di lintasan.
Finis keenam juga berdampak pada persaingan klasemen MotoGP 2026. Setelah sempat naik ke puncak klasemen berkat kemenangan sprint race, Marquez kembali turun ke posisi kedua dan tertinggal dua poin dari Jorge Martin yang memimpin dengan 355 poin, sedangkan Marquez mengoleksi 353 poin.
Hasil di Mandalika sekaligus memperlihatkan bahwa kemenangan dalam sprint race belum menjamin hasil serupa pada balapan utama. Marquez mampu tampil sebagai pemenang pada balapan pendek, tetapi harus menghadapi situasi berbeda ketika menjalani lomba utama dengan jarak yang lebih panjang.
Baca Juga: Pasca Hina Marshal di MotoGP Mandalika, Alex Rins Minta Maaf dan Sayangkan Ancaman Netizen Padanya
Meski gagal naik podium, Marquez akhirnya mencatatkan hasil finis pertamanya dalam balapan utama di Mandalika. Catatan tersebut menjadi perkembangan tersendiri mengingat ia berulang kali gagal menyelesaikan balapan di sirkuit Indonesia itu pada edisi-edisi sebelumnya.
Pada MotoGP Mandalika 2022, Marquez tidak bisa mengikuti balapan setelah mengalami kecelakaan dalam sesi pemanasan dan dinyatakan tidak fit. Setahun kemudian, ia gagal finis setelah mengalami kecelakaan saat balapan berlangsung.
Kesulitan Marquez berlanjut pada edisi 2024 ketika masalah teknis pada motornya membuatnya tidak mampu menyelesaikan lomba. Pada 2025, ia kembali mengalami kecelakaan sehingga gagal menuntaskan balapan utama.
Hasil keenam pada 2026 memiliki arti tersendiri bagi Marquez meski tidak menghasilkan podium. Setelah meraih kemenangan sprint race sehari sebelumnya, ia akhirnya mampu menyelesaikan balapan utama di Mandalika dengan memilih strategi yang menurut pengakuannya tidak memerlukan risiko tambahan.
