Sunday, October 11News That Matters

Indonesia Memiliki Masa Depan yang Cerah Karena Banyak Sekali Alasan


Wacana Berita, Jakarta –

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menepis narasi “Indonesia Gelap” yang sempat ramai di media sosial.

Di hadapan para investor global dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, belum lama ini, adik Presiden Prabowo Subianto itu justru menegaskan Indonesia memiliki prospek masa depan yang cerah.

Hashim menilai narasi “Indonesia Gelap” yang digaungkan di media sosial menggambarkan Indonesia seolah sedang berada dalam kondisi penuh keterpurukan dan kesuraman. Namun, menurutnya, kehadiran investor dari berbagai negara dalam forum tersebut menjadi gambaran berbeda dari anggapan yang beredar.

“Menurut saya, Indonesia terang. Indonesia memiliki masa depan yang cerah, Indonesia memiliki masa depan yang cerah karena banyak sekali alasan,” kata Hashim.

Baca Juga: Berkali-kali Diramal Collapse, Ini yang Bikin Prabowo Pede Masa Depan Indonesia Cerah

Ia menjelaskan, Indonesia terbuka menyambut investor dari seluruh penjuru dunia dengan tetap memegang prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Menurut Hashim, sikap Indonesia yang tidak terlibat dalam konflik global mana pun turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hashim juga menyoroti hubungan Presiden Prabowo dengan para pemimpin dunia. Ia menilai hubungan tersebut menjadi sinyal positif bagi Indonesia dalam membangun kerja sama internasional dan menarik investasi.

“Kepala Negara kita, kepala pemerintahan kita, merupakan teman setiap kepala pemerintahan di dunia. Menurut saya, hal tersebut menjadi pertanda baik bagi kita,” ujar Hashim.

Atas dasar itu, Hashim memandang para investor yang menanamkan modal di Indonesia memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan dari negara yang mengedepankan hubungan baik dengan berbagai pihak.

“Saya pikir Anda akan sangat beruntung berinvestasi di negara yang tidak memiliki musuh. Kami benar-benar tidak memiliki musuh. Kami selalu mencari teman,” ungkap Hashim.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengutip prinsip diplomasi yang kerap dipegang Prabowo, yakni “1.000 teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”. Bagi Hashim, prinsip tersebut menjadi pedoman penting dalam arah kebijakan luar negeri Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *