Thursday, October 8News That Matters

Mourinho Ungkap Perasaan Setelah Kekalahan Final Liga Europa dan Kekacauan Bandara


Wacana Berita –

Berita Liga Italia: Jose Mourinho, pelatih legendaris yang kini memimpin Real Madrid, baru-baru ini mengungkapkan kisah di balik kepergiannya dari AS Roma di tengah musim 2023-24. Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Mourinho menegaskan bahwa kariernya bersama klub ibu kota Italia tersebut seolah berakhir setelah kekalahan di final Liga Europa 2023. Dia juga menampik anggapan bahwa dirinya bertanggung jawab atas insiden yang melibatkan wasit Anthony Taylor dan keluarganya di bandara sehari setelah pertandingan.

Mourinho, yang bersiap kembali ke Stadio Olimpico bersama Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions, dengan penuh nostalgia mengingat masa-masanya di Roma. Meski kariernya di sana berakhir dengan rasa pahit, ia tetap mengenang momen indah saat sukses mengakhiri penantian 14 tahun Roma untuk meraih trofi, yakni dengan menjuarai edisi pertama Liga Konferensi Eropa pada musim 2021-22, dan membawa tim ke final Eropa lainnya di musim berikutnya.

Kekalahan melalui adu penalti melawan Sevilla dalam final Liga Europa 2023 menjadi titik balik bagi Mourinho. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu itu dinodai oleh kemarahan Mourinho terhadap wasit Anthony Taylor, yang ia sebut sebagai ‘aib’ di parkiran stadion. Insiden ini berbuntut pada hari berikutnya ketika Taylor dan keluarganya diganggu oleh sekelompok pendukung Roma di bandara Budapest.

Mourinho menegaskan bahwa meski ia bertanggung jawab atas kata-kata kasarnya kepada Taylor, ia tidak berandil dalam insiden di bandara. “Saya merasa hari itu adalah akhir dari karier saya di Roma,” ujarnya, menambahkan bahwa hubungan dengan pemilik klub berubah drastis setelah kejadian tersebut.

Namun, Mourinho tetap menegaskan tidak memiliki kata buruk untuk Roma atau pemiliknya. “Saya tidak pernah, dan tidak akan pernah, berbicara buruk tentang Roma,” tegasnya. Meski sempat berselisih dengan Thiago Pinto, ia mengaku sudah meminta maaf dan meninggalkan klub dengan hati yang bersih.

Mourinho juga mengungkapkan betapa spesialnya dukungan yang ia terima dari para pendukung Roma. Ia mengenang momen pertama kali tiba di bandara Malpensa, di mana ribuan pendukung menyambutnya meski belum meraih satu poin pun untuk tim. “Itu meninggalkan kesan mendalam,” kenangnya.

Kini, Mourinho kembali ke Real Madrid, sebuah klub yang ia sebut sebagai ‘rumah’, karena ikatan emosional yang kuat. Meski kariernya di Roma sudah berakhir, kenangan dan pencapaian yang ia tinggalkan tetap abadi di hati para penggemar Giallorossi.

Artikel Tag: real madrid, roma

Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/mourinho-ungkap-perasaan-setelah-kekalahan-final-liga-europa-dan-kekacauan-bandara





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *