
Aktivis Syahganda Nainggolan ternyata sempat enggan menerima jabatan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Sebelum Presiden Prabowo Subianto menunjuknya untuk memimpin lembaga tersebut, ia justru sudah dipersiapkan untuk menjalankan tugas di luar negeri sebagai Duta Besar RI di Turki.
Ia mengatakan rencana menjadi duta besar itu sudah disampaikan sejak Maret 2026. Karenanya, Syahganda mengaku sudah mengetahui tempat penugasannya sebelum akhirnya keputusan tersebut berubah.
Baca Juga: Rocky Gerung Tuntut Istana Bersiap Hadapi Gelombang Kritik Kopdes dan MBG: Konsekuensinya Dihitung
“Karena ketika saya dilantik, itu satu hari sebelum saya dikasih tahu, bapak presiden tidak berkenan bapak menjadi duta besar, karena saya awalnya diplot untuk duta besar di Turki. Udah jelas tempatnya karena beliau sendiri sudah menyampaikan di Maret,” ujar Syahganda, dikutip Rabu (7/10/2026).
Perubahan tersebut terjadi sangat dekat dengan waktu pelantikan. Syahganda menyebut dirinya baru mengetahui bahwa presiden menginginkannya tetap berada di tempatnya sekitar satu hari sebelum pelantikan. Bukan langsung menerima, ia mengaku sempat menolak penugasan baru tersebut.
“Saya tolak H-2 H-1 muncul lagi itu. Oke siap saya bilang ya,” tegasnya.
Syahganda pad akhirnya menerima keputusan tersebut dan dilantik menjadi Kepala Bakom RI, Jumat (2/10/2026). Ia diangkap untuk menggantikan Muhammad Qodari. Qodari di sisi lain kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Sementara Fadli Tri Hartono dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.
Baca Juga: Baru Dilantik, Rocky Gerung Bilang Prabowo Jadi Gak Ada Kerjaan Kalau Istana Batalkan Kopdes dan MBG
“Bahwa saya akan setia serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo.
