
Riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan dalam polemik syarat pencalonannya yang kini diproses di Mahkamah Konstitusi (MK).
Kuasa Hukum Denny Indrayana, Refly Harun, mengungkap adanya perbedaan keterangan tahun pendidikan Gibran setelah membandingkan Surat Keterangan (SK) penyetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan portofolio yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Sekretariat Negara (Setneg).
Refly awalnya menyoroti SK Kemendikbud yang menerangkan Gibran telah menyelesaikan pendidikan “Grade 12” di UTS Insearch, Sydney, Australia pada 2006. Dari dokumen tersebut, ia mempertanyakan mengapa hanya tahun 2006 yang tercantum.
Baca Juga: Alasan Prabowo Bungkam soal Gugatan Ijazah Gibran: Sejak Awal Kasus Ini…
“Kenapa di-mention hanya Grade 12? Con-this is the question. Karena kata Pak Jokowi 3 tahun tadi dia di UTS Insearch, 2004–2007. Why hanya 2006 yang di-mention? Con- this is the question. Ya kan? Ini pertanyaan besar,” kata Refly dalam tayangan YouTube Rakyat Bersuara, dikutip Kamis (1/10/2026).
Persoalan tahun pendidikan itu kemudian dibandingkan Refly dengan data riwayat pendidikan Gibran yang dirilis KPU. Dalam keterangan tersebut, Gibran disebut menempuh pendidikan SMA di UTS Insearch pada 2004–2007.
“Kemudian SMA UTS Insearch 2004–2007, oke? Udah tidak konsisten tadi 2006. Kalau dikatakan dia 2007 selesai, it’s okay. Berarti kan ujungnya doang, tapi ini ujungnya pun tidak konsisten, ya,” ujar Refly.
Tak berhenti di dokumen KPU, Refly kemudian menampilkan portofolio Gibran yang dipublikasikan melalui situs Sekretariat Negara Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa situs tersebut merupakan kanal resmi pemerintah sehingga informasi di dalamnya menurut dia semestinya dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Nama Mahfud MD Dibawa-bawa di Sidang Ijazah Gibran
“Anda tidak bisa mengatakan ini adalah website abal-abal. Ini website resmi juga, sama seperti KPU. Tidak mungkin juga dia membuat biografi atau riwayat pendidikan wakil presiden salah-salah,” ucap Refly.
Menurut Refly, keterangan dalam portofolio Setneg justru menunjukkan susunan tahun pendidikan yang berbeda. Ia menyebut Gibran tercatat menempuh pendidikan di Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada 2004–2007, kemudian UTS Insearch pada 2007–2010.
“Yang ini terbalik. 2004–2007 itu adalah di MDIS-nya, Management Development Institute of Singapore, oke. 2007–2010 which is angka baru, kemudian Insearch di University of Technology Sydney, UTS Insearch Australia,” ungkap Refly.
Perbedaan keterangan tersebut menjadi dasar bagi Refly untuk mempertanyakan dokumen yang berkaitan dengan pemenuhan syarat pendidikan Gibran. Ia bahkan menyebut hingga kini pihaknya belum menemukan dokumen yang menurutnya dapat menunjukkan Gibran memiliki bukti kelulusan yang setara SMA di Indonesia.
“Itu yang saya katakan ada inkonsistensi informasi di sini. Makanya kemudian sampai hari ini, sampai detik ini, kami tidak menemukan ada yang membantah dan bisa menunjukkan dokumen bahwa Gibran itu punya certificate, diploma, tanda tamat belajar yang mengatakan bahwa itu setara SMA di Indonesia. Nggak ada! Baik dari UTS maupun MDIS,” tegas Refly.
