Wednesday, September 30News That Matters

Sinyal Tinggalkan Prabowo, Jokowi Mulai Bangun Jalannya Sendiri dengan PSI


Wacana Berita, Jakarta –

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan menyusul keputusannya tampil terbuka sebagai bagian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal itu memunculkan spekulasi mengenai arah politiknya setelah tidak lagi berada di kursi kepresidenan, yang kini ditempati oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensa) menilai langkah tersebut belum cukup untuk disebut sebagai tanda mantan presiden itu benar-benar berpisah jalan dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurut dia, terdapat sinyal bahwa politikus itu mulai membangun jalur politiknya sendiri.

Baca Juga: Ini Bocoran Saksi-saksi Denny Indrayana di Sidang Lanjutan Gugatan Pencalonan Gibran di MK

Hendri mengatakan kendaraan baru tersebut dapat menjadi cara mantan walikota itu menjaga pengaruh politiknya ketika peta kekuatan nasional mengalami perubahan jelang Pilpres 2029.

“Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo? Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” kata Hensa dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Rabu (30/9/2026).

Langkah Jokowi menurutnya perlu dilihat dalam konteks dinamika politik yang berkembang pada 2026. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pembahasan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Kondisi tersebut dapat membuat politikus senior tersebut melihat perlunya memiliki kendaraan politik yang berdiri lebih mandiri.

Jokowi sendiri telah menyatakan dirinya menjadi kader PSI. Pengumuman mengenai status tersebut kemudian mendapat perhatian karena disampaikan ketika partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, tengah berupaya memperkuat eksistensinya.

Hensa melihat kehadiran mantan presiden itu sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kekuatan politik yang dapat diperhitungkan.

“Dia merasa ingin dilihat sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dianggap remeh. Oke, lu bisa mengisolasi gue, tidak ikutan bicarakan threshold, tapi jangan meremehkan saya. Saya punya kendaraan, dan ini bisa jadi kekuatan baru,” tuturnya.

Diketahui, Jokowi resmi menjadi anggota partai berlambang gajah tersebut sejak 14 Oktober 2025. Namun, status tersebut baru ditegaskan secara terbuka setelah dirinya menunjukkan kartu tanda anggota dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan.

Jokowi bahkan membacakan nomor keanggotaannya di hadapan kader dan publik. Langkah tersebut dinilai memiliki makna politik lebih besar daripada sekadar mengonfirmasi keanggotaan, yakni seperti sinyal bahwa ada modal politik baru yang dimiliki oleh PSI.

Politikus senior itu juga menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka parliamentary threshold yang nantinya ditetapkan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingin Amdal Data Center Jatiluhur Disebar di Medsos: Kalau Dokumen Buku, Warga Tak Baca

“Saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” kata Jokowi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *