Friday, September 25News That Matters

Purwakarta Perkuat Layanan KB, Sasar Pasangan Usia Subur


KORAN MANDALA – Akses informasi dan pelayanan keluarga berencana (KB) bagi pasangan usia subur di Kabupaten Purwakarta terus diperkuat.

Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang tepat terkait perencanaan kelahiran, pilihan kontrasepsi, hingga kesehatan ibu dan anak.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program SILIKON (Sinergitas Lintas Tokoh dalam Meningkatkan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang dikembangkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta di Kecamatan Plered.

Program SILIKON melibatkan berbagai unsur di masyarakat dalam penyampaian informasi mengenai keluarga berencana dan pelayanan kontrasepsi. Informasi tersebut diperlukan agar pasangan usia subur dapat memahami pilihan layanan KB sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Kapolsek Plered Polres Purwakarta AKP Ali Murtadho mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai KB dan kesehatan keluarga dapat lebih mudah diterima masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan bisa memanfaatkan pelayanan yang sudah tersedia. Kolaborasi lintas sektor tentu dibutuhkan supaya edukasi mengenai keluarga berencana dan kesehatan keluarga bisa semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Ali, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur di masyarakat dapat membantu memperluas penyampaian informasi sehingga masyarakat mengetahui layanan yang tersedia dan dapat memanfaatkannya.

Selain pengaturan kelahiran, edukasi KB juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Perencanaan kehamilan, kesehatan ibu, pemenuhan gizi, serta kesehatan anak menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun keluarga.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan edukasi mengenai perencanaan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah dan berbagai unsur di masyarakat perlu bersama-sama mendorong kesadaran keluarga, mulai dari perencanaan kelahiran, kesehatan ibu dan anak, sampai pencegahan stunting. Dengan informasi yang mudah dipahami, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan kesehatan dan KB sesuai kebutuhannya,” ucap Tini.

Melalui penguatan edukasi dan akses layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih mudah mengenai program KB serta menentukan pilihan pelayanan sesuai kebutuhan keluarga.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *