
Festival musik dan komunitas We Hear UUU Vol. 7 dijadwalkan berlangsung di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada 27 September 2026. Gelaran ini tidak hanya menempatkan musik sebagai pertunjukan utama, tetapi juga membuka ruang pertemuan bagi komunitas, pelaku industri kreatif, brand, serta gerakan sosial dan lingkungan.
Mengangkat tema “We Hear, We Create, We Connect”, festival tersebut membawa tiga gagasan utama, yakni Temu Manusia, Temu Bumi, dan Temu Karya. Ketiganya menjadi dasar penyusunan rangkaian kegiatan yang memadukan musik, kreativitas, kepedulian sosial, isu kesehatan mental, dan keberlanjutan.
Ruang bertemu dan saling mendengar
Ketua Pelaksana We Hear UUU Vol. 7, Dwi Angga Wahyu, mengatakan konsep Temu Manusia dirancang untuk memperkuat hubungan antarpengunjung dan komunitas. Gagasan itu diwujudkan melalui Community Gathering, Sharing Session, serta Charity Event.
Menurut Dwi Angga, rangkaian tersebut juga berkaitan dengan perhatian terhadap isu mental health. Festival diharapkan menjadi ruang yang mendorong orang untuk saling mendengarkan, berbagi pengalaman, dan membangun lingkungan yang lebih suportif.
“Semua perubahan dimulai dari manusia,” ujar Dwi Angga, Rabu (23/9/2026).
Melalui pendekatan tersebut, We Hear UUU Vol. 7 ingin mempertemukan lebih banyak orang dan gagasan. Musik menjadi salah satu medium untuk membangun koneksi, sementara kegiatan komunitas dan sosial memberikan ruang bagi peserta untuk terlibat dalam isu yang lebih luas.
Membawa pesan keberlanjutan
Gagasan Temu Bumi diarahkan pada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Eco Market, Waste Campaign, dan Green Campaign.
Ketiga kegiatan itu menjadi bagian dari upaya festival untuk mengenalkan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan serta mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Penyelenggara juga membuka kesempatan bagi komunitas dan pelaku kreatif untuk menyampaikan pesan sosial maupun lingkungan melalui aktivitas yang mereka jalankan.
Lima band tampil di Malang
Selain agenda komunitas dan kampanye lingkungan, We Hear UUU Vol. 7 menyiapkan Temu Karya sebagai ruang kolaborasi bagi seniman, brand, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Programnya mencakup Art Installation, Live Space, Creative Market, Workshop, hingga Brand Collaboration.
Dwi Angga menyebut pertemuan berbagai latar belakang dan perspektif dapat memunculkan karya kolaboratif. “Karena karya terbaik akan lahir dari pertemuan berbagai perspektif,” ungkapnya.
Festival ini juga diharapkan membantu komunitas dan pelaku kreatif memperluas jejaring serta memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas. “Setiap pertemuan membawa cerita, dan setiap cerita layak untuk didengar,” tegas Dwi Angga.
Pada penyelenggaraan volume ketujuh, We Hear UUU akan menghadirkan lima band Indonesia, yakni Lightsout, The Polar Bears, Modern Guns, Alkateri, dan The Milo. Penyelenggara menyebut acara tersebut sebagai upaya menghadirkan ruang bersama yang mempertemukan musik, karya kreatif, kepedulian sosial, dan lingkungan dalam satu ekosistem di Malang Creative Center.
